exodus
BeritaNewsPemerintahan

Bupati KH Kholilurrahman Apresiasi PPBI, Pamnas Bonsai 2026 di Pamekasan Dorong Ekonomi Kreatif

×

Bupati KH Kholilurrahman Apresiasi PPBI, Pamnas Bonsai 2026 di Pamekasan Dorong Ekonomi Kreatif

Sebarkan artikel ini
IMG 20261003 131556
Foto: Pemotongan Pita oleh Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman sebagai tanda dibukanya Pameran Bonsai Nasional Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) 2026.

PAMEKASAN, Sabtu (03/10) suaraindonesia-news.com – Pameran Bonsai Nasional Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 resmi dibuka. Mengusung tema “Madura Menantang Para Bintang”, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan dan untuk pertama kalinya menghadirkan kelas Bintang di Madura.

Pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, di area Monumen Arek Lancor. Pameran berlangsung pada 28 September hingga 6 Oktober 2026 dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Panitia Pelaksana Pamnas Bonsai 2026, Firdaus Andriansyah, mengatakan jumlah peserta tercatat mencapai 625 orang. Mereka berasal dari sejumlah daerah, antara lain Lamongan, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Bali, Jakarta, Tangerang, Semarang, hingga Jawa Barat.

“Untuk kelas yang dilombakan ada Kelas Prospek atau Bahan, Pratama, Madya, Utama dan Kelas Bintang sebagai puncak tertinggi. Kelas Bintang untuk pertama kalinya diadakan di Madura, sehingga mengukir sejarah,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, tema “Madura Menantang Para Bintang” dipilih karena jumlah penggemar bonsai di Pamekasan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, sejumlah pengusaha dan kolektor besar di Pamekasan juga memiliki ketertarikan terhadap seni bonsai.

Ia berharap penyelenggaraan pameran nasional tersebut dapat memberikan dampak terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif, khususnya bagi para pehobi bonsai di Pamekasan.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyampaikan apresiasi kepada PPBI yang telah menyelenggarakan pameran bonsai nasional di Pamekasan sekaligus menjadikannya sebagai pembuka rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496.

“Saya sangat berterima kasih kepada kawan-kawan PPBI yang telah mengadakan pameran nasional bertempat di Pamekasan, apalagi mengambil event Hari Jadi Pamekasan. Jadi pameran bonsai nasional pada hari ini menjadi pembuka terhadap pelaksanaan event Hari Jadi Pamekasan,” kata Bupati.

Terkait dukungan pemerintah daerah, Kholilurrahman mengaku belum memberikan pembinaan secara khusus. Namun, rencana dukungan tersebut telah disiapkan dengan mempertimbangkan tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah.

Ia juga berharap pameran bonsai tingkat nasional dapat menjadi agenda tahunan di Pamekasan.

“Saya berharap kepada PPBI untuk setiap tahun mengadakan pameran bonsai tingkat nasional di Pamekasan, sehingga ikut mendorong kemajuan Pamekasan,” ucapnya.

Bupati turut berpesan agar seni bonsai tidak hanya dikuasai oleh kalangan tertentu, tetapi juga dapat ditularkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, sehingga keterampilan tersebut berpotensi menjadi sumber penghasilan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PPBI Pusat, Nana Suryana, menyampaikan bahwa PPBI saat ini telah berdiri di 262 kabupaten/kota di Indonesia. Untuk Pamnas Bonsai 2026 di Pamekasan, ia menyebut jumlah peserta berkisar antara 550 hingga 580 orang dari Jawa, Bali, dan Denpasar.

Menurut Nana, keberadaan PPBI tidak hanya menjadi wadah berkarya seni dan menjalin silaturahmi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dalam mendorong perekonomian daerah.

Ia menyebut penyelenggaraan pameran nasional tersebut berpotensi memberikan dampak berganda bagi pelaku UMKM, rumah makan, dan penginapan.

“Peserta dari luar daerah makan, minum dan tidur di sini. Selain itu banyak pegiat bonsai dari Jawa Barat hingga Madura yang membeli bahan bonsai langsung dari Pamekasan,” jelasnya.

Terkait penilaian lomba, Nana menjelaskan bahwa juri PPBI menggunakan sejumlah kriteria, meliputi gerak dasar pohon, keseimbangan, keserasian, keseluruhan penampilan, serta bentuk batang, dahan, cabang, ranting, hingga cucu ranting.

Ia juga menilai perkembangan bonsai di Madura menunjukkan kemajuan, dengan banyak bonsai berkelas dan berkarakter dari empat kabupaten di wilayah tersebut. Pamekasan, menurutnya, layak menjadi tuan rumah penyelenggaraan event nasional berikutnya karena tingginya antusiasme kolektor.

“Bonsai adalah ekonomi kreatif. Sesuatu benda yang biasa saja, jika ditangani dengan tangan terampil dan imajinasi yang kuat akan bernilai tinggi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan