BOGOR, Minggu (13/09) suaraindonesia-news.com – Kegiatan Senam Sehat Bersama PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor yang digelar pada Minggu (13/9/2026) berlangsung meriah dan diikuti sekitar 500 warga Kota Bogor.
Selain senam bersama, kegiatan tersebut diisi dengan pembagian door prize serta penanaman pohon Rambutan Binjai sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Sejumlah tokoh dari tingkat nasional, Jawa Barat, hingga Pemerintah Kota Bogor turut hadir. Di antaranya Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 sekaligus Wakil Ketua DPR RI dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T., Sekjen PPK Kosgoro 1957 Bambang Patijaya, anggota DPR RI Isfan, Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Ahmad Hidayat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Samsul Hidayat, serta jajaran PPK Kosgoro 1957 Arnanto, Suhawi dan Minarsi.
Wali Kota Bogor Dr. Dedie A. Rachim juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dari unsur Pemerintah Kota Bogor, turut hadir Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi dan Kepala Kesbangpol Kota Bogor Hidayat. Sementara Ketua PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor Heri Cahyono, S.Hut., M.M., bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.
Dalam susunan acara resmi, agenda penanaman pohon dijadwalkan dilakukan oleh Sari Yuliati bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat, pembagian door prize, ramah tamah, dan foto bersama.
Di tengah kehadiran sejumlah tokoh tersebut, ketidakhadiran anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor menjadi sorotan dari pengurus PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor.
Pengurus PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor, Wawan, mengatakan pihaknya telah menyampaikan undangan kepada Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor.
Menurut Wawan, surat resmi PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor tertanggal 5 September 2026 secara khusus ditujukan kepada Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor dan mengundang ketua serta anggota fraksi untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Yang membuat kami bertanya-tanya, acara ini dihadiri Wali Kota Bogor, Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 yang juga Wakil Ketua DPR RI dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Sekjen PPK Kosgoro 1957, anggota DPR RI, pengurus DPP, pengurus Golkar Jawa Barat hingga anggota DPRD Provinsi. Tetapi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor yang sudah kami undang, tidak satu pun hadir,” kata Wawan.
Menurut Wawan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai kehadiran atau ketidakhadiran dalam sebuah kegiatan. Ia menilai kondisi itu perlu menjadi bahan introspeksi terkait komunikasi dan hubungan antarelemen Partai Golkar di Kota Bogor.
“Kami tidak ingin mempersoalkan orang per orang. Tetapi kalau undangan organisasi tidak mendapatkan respons dan tidak satu pun anggota Fraksi hadir, sementara pimpinan dan tokoh Golkar dari tingkat pusat sampai Jawa Barat hadir, tentu ini menjadi pertanyaan. Ada apa dengan Golkar Kota Bogor?” ujarnya.
Sorotan serupa disampaikan Toni Saritua Purba, pengurus DPP Partai Golkar Pokja Tani dan Nelayan.
Menurut Toni, organisasi sayap, organisasi pendiri dan yang didirikan, kader, fraksi, serta struktur partai semestinya membangun komunikasi dan kebersamaan untuk memperkuat Partai Golkar.
“Kalau komunikasi antarelemen partai tidak berjalan dengan baik, jangan dianggap persoalan kecil. Golkar besar karena kekuatan seluruh kader dan elemen yang bekerja bersama, bukan karena satu kelompok. Kondisi seperti ini harus segera dievaluasi dan diperbaiki,” ujar Toni Saritua Purba.
Toni menilai kondisi tersebut dapat menjadi perhatian bagi Partai Golkar di Kota Bogor.
“Kalau sampai seluruh anggota Fraksi yang diundang tidak ada satu pun yang hadir atau merespons, sementara para petinggi organisasi dan partai dari pusat serta Jawa Barat bisa hadir, bagi saya ini alarm. Bisa dikatakan Golkar Kota Bogor sedang darurat dan tidak baik-baik saja dalam hal komunikasi dan konsolidasi internal,” tegasnya.
Meski demikian, Wawan dan Toni menekankan bahwa kritik tersebut tidak dimaksudkan untuk memperuncing perbedaan, melainkan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan membangun kembali komunikasi internal.
Wawan mengatakan PDK Kosgoro 1957 Kota Bogor tetap membuka ruang komunikasi dan berharap seluruh elemen Partai Golkar di Kota Bogor dapat kembali berjalan bersama.
“Kita ingin Golkar Kota Bogor kuat. Karena itu kalau ada komunikasi yang tersumbat, mari dibuka. Kalau ada persoalan, mari diselesaikan. Jangan sampai kepentingan kelompok membuat silaturahmi antarkader terputus. Golkar Kota Bogor harus kembali solid menghadapi agenda-agenda politik ke depan,” pungkas Wawan.
Sementara itu, kegiatan Senam Sehat Bersama tetap berlangsung semarak dengan partisipasi sekitar 500 warga. Selain olahraga dan pembagian door prize, penanaman pohon Rambutan Binjai menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang membawa pesan mengenai kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.












