BeritaNewsPendidikanPeristiwa

Tujuh Bulan Pascabanjir, Siswa SDN Ranto Panyang Rubek Aceh Timur Masih Belajar di Bawah Tenda Darurat

131
×

Tujuh Bulan Pascabanjir, Siswa SDN Ranto Panyang Rubek Aceh Timur Masih Belajar di Bawah Tenda Darurat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260615 152357
Foto: Puluhan siswa korban banjir SDN Ranto Panyang sedang mengikuti pembelajaran di bawah tenda darurat.

ACEH TIMUR, Senin (15/06) suaraindonesia-news.com – Tujuh bulan setelah banjir melanda kawasan pedalaman Kabupaten Aceh Timur, kondisi kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, masih memprihatinkan. Puluhan siswa hingga kini terpaksa mengikuti proses pembelajaran di bawah tenda darurat karena bangunan sekolah mereka rusak berat akibat banjir yang terjadi pada akhir tahun 2025.

Kepala SDN Ranto Panyang Rubek, Nasrul Sani, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan para siswa belum dapat menempati gedung sekolah yang layak karena proses pembangunan kembali belum terealisasi.

“Saat ini sebanyak 35 siswa masih belajar di bawah tenda. Informasi yang kami terima, sekolah ini masuk dalam daftar proyek relokasi skala besar karena harus dibangun gedung baru. Namun, kapan waktu pasti pengerjaan dan siapa pelaksananya, kami belum mendapat kepastian,” ujar Nasrul Sani saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Nasrul menjelaskan, lokasi bangunan sekolah lama kini telah ditetapkan sebagai kawasan rawan banjir atau zona merah. Karena itu, pihak sekolah bersama instansi terkait telah menyiapkan lokasi baru yang dinilai lebih aman untuk pembangunan sekolah.

“Lahannya sudah tersedia di lokasi yang aman, di atas perbukitan. Seluruh administrasi pendukung pun sudah disiapkan agar proses relokasi bisa segera dilakukan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Sekretaris Desa Sijudo, Wendi. Ia berharap pemerintah dapat mempercepat realisasi pembangunan gedung sekolah baru mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai.

“Warga sangat berharap pembangunan segera terealisasi. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, nyaman, dan tidak lagi waswas berada di bawah tenda darurat saat cuaca buruk,” ungkap Wendi.

Masyarakat setempat berharap proses pembangunan dan relokasi sekolah dapat segera dilakukan agar para siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Reporter: Masri
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan