Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRegionalSosial Budaya

Nelayan Branta Pesisir dan NU Kolaborasi Gelar Petik Laut dan Pawai Budaya

Avatar of admin
×

Nelayan Branta Pesisir dan NU Kolaborasi Gelar Petik Laut dan Pawai Budaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20250713 111454
Foto: Perahu Nelayan Branta Pesisir saat dihias untuk mengikuti Pawai Budaya Petik Laut.

PAMEKASAN, Minggu (13/7) suaraindonesia-news.com – Nelayan Branta Pesisir bersama Nahdlatul Ulama (NU) menggelar kegiatan petik laut dan pawai budaya pesisir dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah. Acara berlangsung selama empat hari di Dermaga Pelabuhan Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Ketua Pelaksana, Sultan Ali Sakbana, menyampaikan bahwa kegiatan bertema Merawat Tradisi Lestari Bahari ini merupakan acara rutin tahunan. Tahun ini, kegiatan dikolaborasikan secara lebih luas dengan warga nelayan dan sejumlah elemen NU setempat.

“Biasanya acara hanya santunan anak yatim, tetapi tahun ini masyarakat nelayan rindu adanya pawai budaya pesisir, sehingga NU mengakomodir keinginan itu,” kata Sultan.

Ia menjelaskan rangkaian acara dimulai sejak Kamis malam dengan kegiatan Majelis Sholawat bertajuk Nelayan Bersholawat. Keesokan malamnya dilanjutkan santunan bagi 65 anak yatim, masing-masing menerima Rp1 juta, 3 kilogram beras, serta perlengkapan sekolah.

Baca Juga :  Wujudkan Tempat Tinggal Layak Huni, Anggota Koramil 0826-11 Batumarmar Renovasi Rumah Jumriyeh

Selanjutnya pada Sabtu malam diadakan pawai sound oleh para nelayan. Puncak kegiatan digelar pada Minggu pagi dengan pawai budaya pesisir atau menilang, dimulai pukul 08.00 WIB.

“Dengan merawat tradisi ini, kami ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa laut selama ini menjadi tempat mencari nafkah, sehingga harus dirawat bersama. Kegiatan ini juga sebagai peringatan Tahun Baru Islam sekaligus pawai budaya pesisir,” jelas Sultan.

Ia menambahkan, selain menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan kesadaran ekologi.

“Harapan kami, momen ini memberi manfaat sebagai ajang silaturahmi agar nelayan kompak, menjadi hiburan rakyat, mengajak masyarakat peduli kondisi sosial seperti anak yatim, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjaga alam,” pungkasnya.