PAMEKASAN, Jumat (21/08) suaraindonesia-news.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mengerahkan delapan armada tangki air untuk menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Penyaluran air bersih tersebut dilakukan secara bergilir ke 82 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Pamekasan.
Kepala BPBD Pamekasan, Akhmad Dhokhir Rosidi, menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya mengirimkan sekitar lima hingga enam tangki air. Masing-masing tangki dapat melakukan lima hingga enam kali pengiriman dalam sehari.
“Jadi pengiriman bantuan air bersih itu bergilir, bergantian. Setiap desa terdampak itu dijadwal bergantian. Setiap hari kita kirimkan lima sampai enam tangki,” ujar Dhokhir, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pembagian armada disesuaikan dengan jumlah desa terdampak kekeringan di masing-masing kecamatan. Sejumlah wilayah dengan jumlah desa terdampak yang relatif sedikit digabung dalam satu rute pelayanan.
“Kenapa delapan armada? Karena ada beberapa desa tertentu yang hanya sedikit. Jadi digabung jadi satu armada,” jelasnya.
Ia mencontohkan, wilayah Kecamatan Larangan, Kadur, dan Galis digabung dalam satu armada. Sementara wilayah Kecamatan Proppo juga digabung dengan Palengaan.
Berdasarkan data BPBD Pamekasan, sebanyak 82 desa terdampak kekeringan. Kondisi tersebut mencakup 281 dusun, dengan 70 dusun berstatus kering kritis dan 211 dusun lainnya masuk kategori kering langka.
Sejumlah wilayah yang masuk kategori kering kritis di antaranya Desa Rekkerrek dan Tanjung di Kecamatan Pegantenan, Desa Lesong Laok di Kecamatan Batu Marmar, serta Desa Bujur Timur, Bujur Tengah, dan Bujur Barat.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Pamekasan mengambil pasokan air dari sejumlah sumber milik PDAM, yakni di Bukek, Blumbungan, Ponteh, dan Galis.
Selain menyalurkan air bersih, BPBD juga menyiapkan bantuan pendukung berupa terpal untuk penampungan air dan jerigen. Namun, jumlah bantuan tersebut masih terbatas.
Dhokhir mengimbau masyarakat agar menggunakan bantuan air bersih secara bijaksana mengingat kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
“Harapannya masyarakat menggunakan air itu dengan sebijak-bijaknya. Karena kemarau tahun ini lebih panjang karena efek El Nino,” katanya.
BPBD Pamekasan juga menyebutkan adanya bantuan serupa dari sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Palang Merah Indonesia (PMI), dan pihak perbankan.
BPBD membuka kesempatan bagi pihak lain yang ingin berpartisipasi dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan melalui penyaluran bantuan air bersih.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Pamekasan masih melakukan pendataan terkait anggaran penyaluran bantuan air bersih yang penghitungan kebutuhannya dilakukan setiap bulan.












