SDN 071209 Bawonauru Dipalang Warga, Ini Penyebabnya

Siswa/i Bersama Guru-Guru Dan Warga Golambanua-II Serta Korda TRC-PA Dihalaman Sekolah Yang Ditanami Berbagai Macam Pohon

NIAS SELATAN, Sabtu (13/01/2018) suaraindonesia-news.com – Warga Desa Golambanua-II, Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, Propinsi Sumatera Utara marah akibat ketidak senangan terhadap Kepala SD 071209 Bawonauru, Tohunasokhi Baene.

Berdasarkan pantauan media ini, seluruh halaman sekolah ditanami berbagai macam pohon dan membuat coretan-coretan yang menunjukkan ketidak nyamanan mereka terhadap Kepala sekolah.

Beberapa guru merasa tidak nyaman atas peristiwa yang melanda sekolah tersebut apalagi semenjak masalah itu bermula hingga sekarang pimpinan mereka tidak pernah aktif.

“Kami sangat merasa terganggu dengan kejadian ini apalagi siswa/i yang tidak tau menau pokok permasalahan kena imbasnya,” Ujar N.Batee salah satu guru setempat.

Menurutnya, keaktifan sekolah tetap aktif, dan semua dewan guru setiap hari datang mengajar sekalipun keadaanya tidak nyaman.

“Ini merupakan beban tugas kami yang telah diamanatkan sebagai seorang pendidik,” Tutur N.Batee.

Kepada wartawan suaraindonesia-news.com sekelompok warga yang juga sebagai pemilik tanah (Ahli Waris) mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak ada niat berbuat seperti saat ini.

“Namun, dengan pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Pulau Nias maka pada tahapan pembebasan lahan dalam pemasangan kabel listrik lokasi ini telah dilalui,” terangnya.

Baca Juga: Penyelenggara Pemilu Kabupaten Nias Adakan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2018 

Lanjutnya, setelah kami pertanyakan uang pembebasan tersebut telah diterima oleh Kepala Sekolah An. Tohunasokhi Baene yang juga sebagai Kepala Desa.

“Kami sudah tidak senang apabila kepala sekolah pembuat kegaduhan ini masih menginjakkan kaki di sekolah ini,” tegas Wao’aro Baene.

Beberapa tokoh masyarakat menyesali tindakan Kepala Sekolah tersebut dimana pada kesempatan itu seharusnya dipaparkan secara terbuka terutama kepada pemilik tanah.

Faudunasokhi Bulolo mengatakan bahwa masalah ini telah dilaporkan ke Camat dan Kacabdis Somambawa namun hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda penyelesaiannya.

“Kejadian ini mulai dari tanggal 09/01/2018 sampai sekarang masih belum juga terselesaikan,” Lanjut Bulolo.

Kordinator Daerah Nias Selatan (Korda-Nisel) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC-PA) Pihak Lature., SIP menegaskan supaya masalah ini cepat diselesaikan.

“Harapan kita kepada Camat, Kacabdis dan Kepala Dinas Pendidikan supaya masalah ini dapat diselesaikan, karena dapat menghambat kegiatan Proses Belajar Mengajar (KBM) terhadap Bapak/ibu guru dan siswa/i,” harap Lature.

Reporte : Edhyr Baz
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here