Penambang Pasir Masih Marak, Pemkab Lumajang Didemo Warga Selok Awar

Foto: Sejumlah warga yang mendemo kantor Pemkab lumajang. (Foto: Afu/SI)

LUMAJANG, Selasa (26 September 2017) suaraindonesia-news.com – Kantor Bupati Lumajang didemo sejumlah warga Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

Menurut Koordinator Aksi, Nawawi, mengatakan jika ini memperingati 2 tahun meninggalnya Almarhum Salim Kancil, dengan menagih janji terkait perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

“Hancurnya pesisir selatan karena pejabat dan pengusaha yang duduk diruangan berbagai AC, percuma adanya penanaman Cemara ternyata mati sekarang,” katanya.

Baca Juga: Nyambi Edarkan Sabu, Satpam Pasar Anom Baru Sumenep Dibekuk Polisi

Sampai sekarang, kata Nawani kerusakan pesisir tersebut belum disentuh sama sekali oleh pemerintah kabupaten Lumajang, ini riil tak tersentuh.

“Pemegang izin pertambangan IMMS sudah ditahan, namun penambangan di pesisir selatan masih berleha leha,” ujarnya lagi.

Seharusnya, teriak Nawawi, saudara Salim Kancil tidak perlu meninggal dunia, dan saudara Tosan tidak perlu dianiaya jika Bupati Lumajang tegas dalam exploitasi pasir di wilayah selatan.

Namun dari informasi yang diterima awak media, Bupati Lumajang Drs As’at Malik tidak bisa menemui sejumlah warga pendemo tersebut, karena berada di Palu karena tugas. (Afu)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here