Mahfud MD Takziah ke Rumah Almarhum Budi Cahyonto

Mahfud MD Saat Takziah ke Rumah Almarhum Budi Cahyonto

SAMPANG, Minggu (4/2/2018) suaraindonesia-news.com — Sampai hari ini, meninggalnya Achmad Budi Cahyanto (27), guru kesenian SMA negeri 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura yang menjadi korban penganiayaan oleh siswanya sendiri, Kamis (1/2/2018) kemarin, terus menjadi perhatian publik, termasuk beberapa tokoh nasional berkunjung ke rumah duka di Kampung Pleyang, Desa Tanggumong, Sampang.

Tak terkecuali Mahfud MD, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Minggu (4/2/2018) sekitar pukul 11.46 WIB tiba di rumah duka untuk bertakziah. Dalam kesempatan itu, Mahfud di hadapan sejumlah awak media mengatakan bahwa Pulau Madura sebenarnya tempat terbaik untuk mendidik ahklak, tapi justru pelanggaran ini terjadi di tempat yang baik.

Baca Juga: Guru Kesenian SMAN 1 Torjun Tewas di Tangan Muridnya, Begini Kronologisnya 

“Pascakejadian ini merupakan tantangan bagi kita semua, baik tokoh masyarakat, guru dan orang tua untuk memperbaiki ahklak anak-anak kita. Terutama di dalam sekolah, pendidikan ahklak siswa harus diperkuat lagi,” terang Mahfud saat berada di rumah duka Achmad Budi Cahyanto (ABC).

Mahfud mengatakan, dengan adanya kejadian pemukulan siswa kepada gurunya hingga meninggal dunia itu, merupakan pelecehan terhadap guru. Padahal, dulu guru sangat dihormati dan ditakuti siswa.

Baca Juga: Ulurkan Tangan Anda Melalui Suara Indonesia Grup ‘Peduli’, Guru yang Dianiaya Muridnya Hingga Meninggal

“Perang kita sekarang bukan mengangkat senjata, melainkan perang dengan sesuatu yang merusak mental generasi bangsa, terutama perkembangan IT dan narkoba,” tandasnya.

Sekadar diketahui, rumah duka ABC yang berada di Kampung Pleyang, Desa Tanggumong, Sampang, Madura tak pernah sepi dari para warga, baik dari luar kota maupun para guru, yang ingin mendoakan ABC.

Reporter : Nor-Fer
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here