Lagi, Penarikan Secara Paksa Oleh Debt Collector

Foto : Tunjang Suharto saat diwawancara awak media, didampingi Presdir LPKN, Zainur Rofiq (paling kanan). Foto: Guntur/SI

JEMBER, Minggu (05 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Penarikan secara paksa oleh Debt Collector kembali terjadi di Jember.

Hal itu terjadi pada Tunjang Suharto mengaku telah dihadang oleh 5 orang tidak dikenal di depan Roxy Mall pada 17 Juni lalu.

“Awalnya Saya nyerviskan mobil di Nissan, terus pihak Nissan menginformasikan kepada PT. Indomobil Finance Jember bahwa mobil yang dicari berada di Dealer Nissan, terus habis saya selesai nyervis kemudian pulang menuju mall roxi Jember, sesampai di depan mall tersebut lalu saya dihadang oleh 5 orang yang tidak saya kenal, dan menyita mobil saya,” terang Tunjang kepada awak media, usai melakukan klarifikasi ke PT. Indomobil Finance dengan didampingi Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN), Minggu (5/8).

Mobil yang disita adalah Grand Livina, 2014, warna Abu-abu metalik, No. Pol. P 377 DH milik konsumen PT. Indomobil Finance Jember atas nama Else Tembesik, yang merupakan istri dari Tunjang Suharto.

Ia menambahkan bahwa pihak Debt Collector mengatakan bahwa telah ada tunggakan kredit selama 8 bulan. Baca Juga: Tim Penyidik Kejari Jember Geledah Kantor ASSKAB

“Padahal saya sudah membayar tunggakannya 4 bulan namun Debt Collector tidak percaya, lalu saya diajak ke kantor Indomobil Finance Jember, lalu mobil harus ditinggal, akhirnya saya diantar oleh taksi yang dibiayai oleh pihak Indomobil Finance,” tambah Tunjang

Pihak Indomobil meminta Tunjang Suharto untuk membayar denda dari tunggakan tersebut sebesar Rp. 36 juta serta disuruh melunasi sisa keseluruhan dari kekurangan kredit selama 26 bulan.

“Itu yang saya tidak mampu,” ujarnya

Atas hal tersebut, Ia melakukan pengaduan kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN).

Presiden Direktur LPKN, Zainur Rofiq mengatakan bahwa hal tersebut sudah menyimpang dari undang-undang perlindungan konsumen, sebab yang berhak menarik kendaraan tersebut adalah Pengadilan.

“Seharusnya pihak eksekutor yaitu Pengadilan yang memutuskan, berdasarkan penetapan dari Pengadilan lalu kemudian memerintahkan panitra dan panitra tersebut yang kemudian menjadi eksekutor”, terang Zainur Rofiq.

Pihaknya akan menempuh jalur hukum, jika PT. Indomobil Finance Jember tidak mau diselesaikan secara kekeluargaan.

Sementara pihak Indomobil Finance enggan memberikan komentar dengan alasan ada kesibukan.
(Guntur/Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here