Warga Tuding Pengelolaan DD Rumoh Rayeuk Langkahan Tak Transparan

oleh
Foto Ilustrasi

ACEH UTARA, Minggu (26/01/2020) suaraindonesia-news.com – Pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2019 sebesar Rp 700 juta lebih Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara bermasalah, warga menuding pengelolaan dana tak transparan dan terindikasi korupsi.

Pasalnya, sudah memasuki akhir bulan Januari tahun 2020 ada beberapa item kegiatan pekerjaan seperti pembangunan Bak Kulah Air, Pengerasan Jalan, pembangunan Box Cover (Plat Beton) belum di kerjakan serta pengelolaan dana diduga tidak transparan, tidak ada pemasangan grafik papan informasi sebagai bentuk keterbukaan publik dan DD di pegang oleh Pj Keuchik.

Berdasarkan penelusuran awak media Minggu (26/01) ke Desa Rumoh Rayeuk ditemukan adanya kejanggalan dan ke anehan dalam pelaksanaan kegiatan.

Muzakir salahsatu warga Desa setempat mengatakan, pengelolaan DD selama ini tidak terbuka, di samping itu juga ada pekerjaan yang belum di kerjakan, dan turut di iyakan beberapa warga lainnya seperti Ruslan, M. Daod dan Sabil.

“Bahkan DD dipegang Pj Keuchik sendiri, sedangkan kaur keuangan hanya sebagai formalitas,” kata Ruslan.

Warga meminta pihak inspektorat, polisi dan kejaksaan untuk meng audit dan memeriksa terhadap pengelolaan DD tahun 2019 di Desa setempat.

Sementara Abdul Kadir selaku Pj Kepala Desa/Keuchik saat di konfirmasi terkesan berbelit-belit dan tak jelas serta tidak mengetahui jumlah anggaran maupun kegiatan pekerjaan.

Misalkan saat di tanya terkait grafik papan informasi, menurutnya sudah pernah di pasang setahun yang lalu, namun menurutnya sudah rusak tertimpa pohon kayu.

“Terkait pekerjaan yang belum selesai, saya akan menyelesaikan seluruh pekerjaan, akan berusaha mencarikan uang untuk menyelesaikannya, sebab sebagian uang Desa telah di baww lari oleh bendahara bersamaan uang BUMG tahun 2018,” ungkap Abdul Kadir.

“Mengenai pembangunan polindes yang belum selesai tahap finishingnya karena tukangnya sakit,” imbuhnya.

Sementara pekerjaan Pengerasan jalan dan plat beton yang selama ini tidak bisa di kerjakan kata dia karena faktor cuaca musim hujan.

Sementara Sukino PLD (Pendamping Lokal Desa) setempat saat konfirmasi media juga menjelaskan bahwa pihaknya mengaku sudah beberapa kali mengarahkan untuk memasang papan grafik informasi begitu juga dalam hal pelaksanaan kegiatan.

“Masalah di dengar atau tidak, itu kembali kepada mereka, karena PD tidak meniliki wewenang sebagai penyidik,” tuturnya.

“Masalah pekerjaan yang belum selesai itu bisa di kerjakan sampai tuntas walapun sudah memasuki tahun 2020, karena ada Desa lain nya juga yang belum selesai,” tukasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *