Wabup Jember Minta Masjid Steril dari Agenda Politik Praktis

oleh -227 views
Wakil Bupati Jember KH. A. Muqit Arif menjadi khatib saat shalat jumat berjamaah di Masjid Muhammad Cheng-Ho (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Jumat (22/3/2019) suaraindonesia-news.com – Semakin dekatnya pemilihan umum (Pemilu) yang akan diselenggarakan pada 17 april 2019 mendatang, membuat para calon wakil rakyat berlomba-lomba untuk meraih simpati masyarakat.

Wakil Bupati Jember, KH. Muqit Arif meminta para takmir masjid juga para pengurus tempat ibadah agama lainnya yang berada di wilayah Jember, supaya mensterilkan tempat ibadah dari agenda politik praktis.

“Politik praktis itu misalnya pemenangan capres-cawapres, jika melakukan agendanya di tempat ibadah itu salah, salah tempat,” terang Wabup Jember Muqit usai menjadi khatib di Masjid Muhammad Cheng-ho, Jumat (23/3/2019) siang.

Agenda politik praktis justru menghilangkan ketenangan hati masyarakat ketika datang ke tempat ibadah.

“Pernah saya sekali ketika Shalat Jumat di Bogor, itu khatibnya mengarah kepada salah satu calon, makmumnya sudah mulai gelisah di dalam. Orang datang dan masuk ke masjid itu untuk mencari kedamaian, ketenangan. Di luar masjid sekarang sudah banyak yang gelisah-gelisah semua, kalau masjid kemudian menjadi tempat gelisah juga, jangan sampai lah. Jadi saya menghimbau kepada semuanya, jangan jadikan masjid sebagai sarana kepentingan politik praktis,” himbau Wabup Jember Muqit.

Dia justru berharap tempat ibadah justru menjadi sarana pemersatu bangsa, membina kebersamaan.

“Sehingga pendukung 01 maupun 02 rukuk sujud bersama di masjid, saling berjabat tangan, saling mendoakan,” harapnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam

One thought on “Wabup Jember Minta Masjid Steril dari Agenda Politik Praktis

Tinggalkan Balasan