Unit PPA Polresta Bogor Kota, Amankan Terduga Pelaku Persetubuhan Dengan Siswinya

oleh

BOGOR, Senin (22 Oktober 2017) suaraindonesia-news.com – Perkembangan penanganan Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota dalam perkara persetubuhan terhadap anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal I angka 1 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI NO 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 Tahun atau denda sebanyak banyaknya Rp.5.000.000.000,-(Lima milyar rupiah).

Perkara ini dilaporkan oleh Sdr Afendi orang tua korban kepada SPKT Polresta Bogor Kota dengan Laporan Polisi Nomor : LP/795/IX/2017, tanggal 3 September 2017 tentang adanya tindak pidana Persetubuhan terhadap anak dengan korban berinisial YS, 14 Thn. kelas 4a SDN Bantar Jati 1 jln Ciremai Ujung No 70 Bantar Jati Atas kecamatan Bogor Utara kota Bogor, yang diduga dilakukan oleh tersangka berinisial MM seorang oknum guru SDN Bantar Jati 1 dan merangkap sebagai wali kelas korban demikian disampaikan Kasubag Humas Polresta Bogor Kota Akp Syarif Hidayat.

Baca Juga: Senator Ahmad Nawardi: Hari Santri Momentum untuk Meningkatkan Daya Saing

Menurutnya, kejadian persetubuhan tersebut terjadi sekitar bulan September tahun 2014 yang lalu.

Kronologis kejadian, tersangka yang merupakan wali kelas Korban yang saat itu kelas 4 SD dan berusia 10 tahun menghampiri korban yang sedang sendiri di kelasnya karena tidak ikut pelajaran olahraga dengan alasan tidak punya baju olahraga, lalu tersangka yang sudah membawa lakban dan tali rapia membuka dan menempelkan lakban ke mulut korban dan mengikat tangan korban dengan tali rapia dan menyetubuhi korban dengan cara tersangka memasukan batang kemaluan ke dalam lubang vagina korban selama beberapa menit lalu setelah selesai tersangka mengancam korban dengan mengatakan “Jangan bilang siapa siapa , kalau kamu bilang sama orang orang kamu saya bunuh” lalu tersangka memberikan uang kepada korban, namun korban menolak.

Pada tanggal 3 September 2017 dini hari, korban menceritakan kejadian tersebut kepada Ibu dan Ayah tirinya.

Berdasarkan laporan orang tua korban kepada SPKT Polresta Bogor Kota dengan Laporan Polisi Nomor : LP/795/IX/2017, tanggal 3 September 2017, akhirnya pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017, Unit PPA Polresta Bogor Kota dipimpin oleh Kanit PPA melakukan penangkapan kepada MM di rumahnya sekitar Bantarjati Atas Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dan tersangka langsung bersifat kooperatif tanpa melakukan perlawanan.

Untuk hasil pemeriksaan sementara dari pihak Polresta Bogor Kota, tersangka MM mengakui telah memijat tubuh korban di kursi dan lantai kelas 4A namun tidak mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban .

“Untuk selanjutnya akan dilakukan pengembangan apakah ada korban korban yang lain,” ujarnya.

Sementara Sekdis pendidikan kota Bogor Jana Sujana saat ditemui diruangan kerjanya mengatakan, bahwa kabar ditangkapnya oknum guru SDN Bantar Jati 1 baru diketahui pagi, dan selanjutnya kepala dinas pendidikan kota bogor didampingi Kabid Dikdas Maman Suherman mendatangi SDN Bantar Jati 1.

Sementara Kepala Sekolah SDN Bantar Jati 1 Suhendar mengatakan, bahwa dirinya masih baru menjadi kepala sekolah SDN Bantar Jati 1, dan membenarkan bahwa kadisdik didampingi kabid dikdas dinas pendidikan kota Bogor sudah datang mempertanyakan berkaitan dengan kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan oleh MM kepada siswinya.(Iran/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *