Tim JPU Kejari Abdya, Eksekusi Hukuman Cambuk Dua Pelaku Ikhtilat

oleh
IJS (28)  salah satu pelaku jarimah ikhtilat yang dieksekusi cambuk sebanyak 29 cambukan di halaman Lembaga Permasyarakatan (Lapas) III Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya.

ABDYA, Kamis (27/2/2020) suaraindonesia-news.com – Kedua pasangan pelanggar syariat Islam dieksekusi cambuk oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).Kamis (27/2).

Eksekusi tersebut dilaksanakan di halaman Lembaga Permasyarakatan (Lapas) III Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, Kabupaten Abdya, yang turut disaksikan, Ketua Dprk Abdya Nurdianto, Asisten Administrasi umum Nyakseh SH, perwakilan Dandim 0110, perwakilan Kapolres dan sejumlah unsur serta undangan lainnya, Kamis (27/2).

 IJS (28) laki-laki dan IA (33) Perempuan, di cabuk setelah majelis hakim menyatakan bersalah dan terbukti melakukan pelanggaran syariat islam dengan melanggar Qanun Aceh Nomor 06 Tahun 2014 pasal 25 ayat 1 Tentang Hukum Jinayat.

“Atas perbuatan yang malanggar keduanya diganjar hukuman cambuk sebanyak 30 kali cambukan dan dipotong 1 kali karena telah menjalani masa tahan selama 4 hari, yakni 29 cambukan dihadapan umum,” kata Kajari Abdya Nilawati, SH, MH melalui Kasi pidum M. Agumg kurniawan, SH, MH saat membacakan putusan.

Dikatakannya, pelaksanaan cambuk merupakan kewenangan Satpol PP, Jaksa adalah pejabat fungsional yang diberikan wewenang oleh undang-undang yang bertindak sebagai penuntut umum dan pelaksana putusan pengadilan.

“Ini merupakan kali kedua pelaksanaan eksekusi cambuk yang diselenggarakan di Lembaga Permasyarakatan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 tahun 2018, tentang pelaksanaan hukum jinayah,” tutur kasi pidum.

Sementara itu, Bupati Abdya dalam hal ini diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Nyakseh SH, mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Abdya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, untuk bersatu padu dalam upaya untuk memberikan pemahaman-pemahaman keagamaan kepada masyarakat kita, agar terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum.

’’Dengan adanya kebersamaan yang saling mengingatkan, sehingga pada akhirnya nanti Kabupaten abdya bisa terbebas dari kemaksiatan dan pelanggaran syariat islam lainnya,” sebut Nyakseh.

Lanjut Nyakseh, melalui momen ini, ia mengajak kita semua, khususnya masyarakat Abdya agar dalam melakukan usaha dan kreatifitas tetap sesuai dan tidak bertentangan dengan anjuran agama Islam, karena bekerja dan berusaha dalam kebaikan adalah ibadah.

“Apa yang dipersaksikan hari ini adalah suatu kejadian yang tidak patut kita tiru dan contoh, bagi yang melakukan pelanggaran agar menjadikan ini sebagai pedoman yang tidak untuk diulang lagi,” sebut Nyakseh.

Diketahui, kedua pasangan non muhrim itu, saat digrebek telah melakukan hubungan badan, layaknya suami istri.disebuah wisma diwilayah blangpidie.senin 30 september 2019 yang lalu. Namun terhenti di tengah jalan, akibat adanya penggerebekan tersebut.

Penggerebekan Satpol PP dan WH itu, berawal dari informasi sejumlah warga, yang menaruh curiga terhadap janda satu anak itu, yang sering datang ke Wisma tersebut dengan pasangan yang berbeda-beda.

“Atas kecurigaan itu, warga pun melapor kecurigaan itu kepada SatPol PP dan WH,” kata kasat Pol PP Riad.

Adapun demikian, IA ( P) 33 tahun. warga  padang baru kecamatan susoh dan IJS (L) 28 tahun  warga Aceh selatan  telah terbukti melakukan perbuatan melanggar syariat.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *