Terkait Harkitnas, Ini Tanggapan Ketua Bidang Pendidikan Kader Dan Kerohanian GMKI Pusat

Johnson Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

MAMASA, Senin (20/05/2019) suaraindonesia-news.com–Generasi muda sebagai tonggak pembangunan bangsa dan Negara, olehnya itu pemuda sebaiknya tetap pada daya kritisnya dengan idealismenya, untuk menopang dan mengontrol jalannya pembangunan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Johnson, yang juga merupakan mantan Korwil GMKI wilayah VIII Sulseltrabar, di Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (20/5).

Menurut Johnson, perubahan itu selalu dimulai dari pemuda yang diawali dari lahirnya organisasi Budi Utomo, sehingga kata dia perubahan bangsa ini sangat ditopang oleh kekuatan pemuda melalui organisasi.

“Tidak bisa dipungkiri, salahsatu kekuatan politik di bangsa ini adalah mahasiswa, yang banyak didominasi oleh para kaulah muda,” Kata Johnson di Mamasa.

Ditanya soal tanggapan usai pelaksanaan Pemilu 2019 ia mengatakan, persoalan people power pasca pemilu, pihaknya menilai itu adalah wacana yang coba di desain oleh kelompok tertentu untuk menggiring opini publik yang disebabkan dengan masif melalui media sosial.

Sehingga kata dia, sebagai kaum intelektual, kaum pemuda dan mahasiswa sebaiknya jangan menafsir sepihak dari people power ini, tetapi harus melihat dari segala aspek.

“Dan people power bukan baru kali ini di lakukan, tetapi telah dilakukan pada 17 april yang lalu dimana kekuatan dan potensi untuk menentukan arah bangsa ini telah disalurkan melalui pemilu yang ada,” katanya.

Sehingga kata dia, jika ada people power yang baru di wacanakan saat ini, itu adalah penggiringan opini bagi orang-orang tertentu.

Ia berharap kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya issu tersebut, karena itu hanya dilakukan untuk kasus pelanggaran pemilu jika ada.

“Tapi itu kan sudah diatur oleh undang-undang, karena Negara kita ini adalah Negara hukum bukan negara barbar,” terangnya.

Ia menambahkan, bagi masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Kabupaten Mamasa, pada momentun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ia berharap agar kembali menyatukan langkah, satukan hati demi membangun bangsa dan Negara dalam bingkai persatuan.

“Terlepas dari proses pelaksanaan pemilu baru-baru ini, mari kita lupakan perbedaan, soal pilihan tentu kita berbeda-beda, namun tujuan kita satu adalah membangun Indonesia yang lebih maju, jadi saatnya kita bangkit bersatu membangun Negara yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publiser : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here