Tawuran di Kota Bogor Marak, Ini yang Dilakukan Kelurahan Gunung Batu

oleh
Foto: Ilustrasi

BOGOR, Sabtu (01/02/2020) suaraindonesia-news.com – Setelah Pemerintahan Kota (Pemkot) Bogor melakukan rapat koordinasi menyikapi tawuran yang belakangan kembali terjadi dengan mengumpulkan para kepala sekolah SMA/SMK se-Kota Bogor di Balaikota, Senin (27/01) yang lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, Komandan Kodim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Ketua DPRD Kota Bogor, Komandan Denpom III/1 Bogor Letkol CPM Sugiarto, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Deddy Karyadi dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor agendakan pembinaan anak anak remaja setiap bersama Lurah, Babinsa, Binmas, Ketua RT/RW dan remaja dilingkungan.

“Di wilayah binaan kita sudah mengagendakan untuk pembinaan anak2 remaja setiap Rw , bersama Lurah, babinsa ,bimas, Ketua rt/rw dan remaja di lingkungan,” demikian disampaikan Binmas Kelurahan Gunung Batu Suyatman kepada suaraindonesia-news.com melalui telepon seluler Jumat sore (31/01).

Lurah Gunung Batu Supyawan saat dihubungi suaraindonesia-news.com menyampaikan bahwa sapari bina remaja diwilayahnya akan mulai digelar sabtu (malam minggu 08/02) yang akan datang.

Sebelumnya, saat rapat koordinasi menyikapi tawuran yang belakangan kembali terjadi Walikota Bogor, Bima Arya menyatakan, dirinya menerima masukan dari para kepala sekolah, Forkompimda  dan stakeholder terkait untuk kemudian disusun langkah-langkahnya.

“Tapi kami berterima kasih kepada kepolisian yang sudah melakukan langkah cepat, banyak pelaku yang sudah diamankan dan ditangkap,” jelasnya.

Poin pertama yang disampaikan Bima Arya adalah bahwa Pemkot Bogor mendukung penuh pihak Kepolisian untuk menindak tegas dan proses hukum pelaku tawuran.

“Penegakan hukum dengan melakukan proses hukum terhadap pelaku agar ada efek jera,” ungkapnya.

Poin kedua, kata Bima, Pemkot Bogor akan terapkan Perda Ketertiban Umum untuk pelaku tawuran/kerusuhan dengan ancaman kurungan dan denda.

“Pemkot akan menjalankan sesuai kewenangan kami pada Perda Ketertiban Umum nomor 8 tahun 2006. Kami pun bisa melakukan itu. Siapapun yang mengganggu ketertiban umum, meresahkan warga ada sanksinya, baik kurungan maupun denda. Jadi, ada yang porsi polisi, ada yang porsi kami sesuai perda,” tutur Bima.

Poin ketiga adalah Pemkot Bogor akan menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (karena kewenangan SMA/SMK ada di Pemprov) untuk memberikan sanksi dan atensi khusus kepada sekolah langganan tawuran.

“Kami akan memberikan rekomendasi kepada Gubernur melalui KCD untuk sekolah-sekolah yang selama ini langganan tawuran agar jadi atensi khusus, baik diberikan punishment ataupun dilakukan pembinaan,” imbuhnya.

Pada poin keempat, Bima Arya menyatakan bahwa Pemkot dan Kepolisian akan aktifkan patroli 24 jam ke seluruh pelosok Kota.

“Camat dan Lurah agar pastikan tidak ada kerumunan gank pelaku tawuran di wilayahnya. Kita akan memastikan tidak ada yang nongkrong-nongkrong, kerumunan pelajar akan dibubarkan, potensi kerawanan 24 jam akan kita pastikan untuk diminimalkan,” terangnya.

Poin kelima,  tim cyber Pemkot Bogor bersama tim cyber Polresta Bogor Kota akan berkoordinasi untuk pantau media sosial guna mendeteksi indikasi tawuran dan penjualan senjata tajam online.

“Medsos-medsos akan dipantau terutama sebaran, ajakan yang berpotensi mengarah kepada tawuran, termasuk penjualan senjata tajam online,” ujarnya.

Poin terakhir, Bima  Arya meminta agar pembinaan dari guru dan orangtua terus berjalan.

“Komite sekolah harus berperan. Muspida bergantian akan keliling ke sekolah-sekolah untuk lanjutkan pembinaan. Kegiatan parenting, banyak orangtua yang harus dibimbing mengarahkan anak-anaknya. Camat lurah berkoordinasi dengan dinas terkait berkomunikasi dengan pihak sekolah melakukan pembinaan. Kami juga akan meminta KCD untuk memaksimalkan kembali fungsi Satgas Pelajar karena ini sudah domain dari Provinsi,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher: Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *