Tak Terima Dianiaya, YS Didampingi Kuasa Hukumnya Melapor ke Polsek Gandusari

oleh
Korban Bersama Kuasa Hukumnya Saat Melapor di Polsek Gandungsari, Blitar. Sabtu (18/1).

BLITAR, Sabtu (18/1/2020) suaraindonesia-news.com – Tak terima menjadi dugaan korban dugaan penganiayaan, Yohanes Silaen (60) Warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, didampingi kuasa hukumnya Eko Yuliastuti, SH dan Mohamad Zainurrokhman, SH, melaporkan ke polsek Gandusari, Blitar. Sabtu (18/1).

Yohanes diduga dianiaya Misran alias Bangka lelaki (50) warga Desa Tulungrejo bermula saat Yohanes berkunjung ke rumah anak perempuan Misran untuk mengambil dokumen. Sepulang dari rumah anak Misran, kemudian ia mampir di sebuah warkop bermaksud istirahat sejenak, tiba-tiba terjadilah perbuatan yang tidak menyenangkan, yang dilakukan Misran.

Atas perlakuan Misran, Yohanes mengalami muntah-muntah karena benturan kepala lebih dari lima (5) kali.

Akibat peristiwa itu, Yohanes harus dilarikan ke Rumah Sakit Ngudi Waloyo Wlingi oleh petugas piket Polsek Gandusari didampingi koncab LPKPK (komisi cabang lembaga pengawasan kebijakan pemerintah dan keadilan) guna dilakukan perawatan medis.

Bersamaan itu pula komcab LPKPK (komisi cabang lembaga pengawasan kebijakan pemerintah dan keadilan) Blitar raya ikut hadir mendampingi pelaporan ke polsek Gandusari, Sabtu (18/1) pagi.

Namun karena adanya gangguan teknis komputer di polsek Gandusari, hasil BAP (berita acara pemeriksaan) belum bisa di cetak menunggu sampai hari Senin (20/1).

Ketua LPKPK Blitar Hari kepada suaraindonesia-news.com mengatakan, siap mendampingi korban untuk mendapatkan keadilan atas peristiwa yang dialami korban.

“Kami siap mendampingi dan melaporkan kejadian ini sebagai proses penegakan hukum, apapun, siapapun yang berbuat melanggar hukum harus ditindak dan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Reporter : Zaed Efendi
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *