Sumber Anggaran Sekolah Adiwiyata, Ini Penjelasan DLH Propinsi Jatim

Foto : Staf Komunikasi DLH Propinsi Jawa Timur, Eka Agustina Muktini saat memberikan materi dalam sosialisasi sekolah adiwiyata. (Foto: Guntur/SI)

JEMBER, Rabu (6 September 2017) suaraindonesia-news.com – Dalam Sosialisasi Sekolah Adiwiyata kepada 100 Kepala Sekolah di Jember, terdapat keluhan mengenai sumber anggaran untuk penghijauan lingkungan sekolah.

Salah satu Kepala Sekolah yang mempertanyakan anggaran tersebut ialah Kepala Sekolah SMPN 7 Jember, Saiful Bahri.

“Dananya dari mana untuk penghijauan sekolah, mengingat semua dana sekolah mepet,” ucap Saiful saat sesi tanya jawab dalam Sosialisasi Sekolah Adiwiyata oleh DLH Kabupaten Jember, Selasa (5/9).

Dalam kesempatan tersebut, Staf Komunikasi DLH Propinsi Jawa Timur, Eka Agustina Muktini yang juga menjadi pemateri dalam acara tersebut menjelaskan anggaran tersebut.
“Hitungannya itu 20% dari total anggaran sekolah, sekolah adiwiyata harus terintegrasi LH, juga bisa dari situ” ujarnya.

Kondisi dewasa ini dimana anggaran yang sangat ketat, lanjut Eka, ditambah pihak sekolah tidak diperbolehkan memungut biaya dari wali murid sebagai partisipasi program sekolah, ia menyarankan pihak sekolah agar lebih cerdas dalam menentukan kebijakan terkait anggaran ini.

“Cara lain yang bisa ditempuh ialah bisa memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perusahaan swasta, bisa juga dari dinas-dinas pemerintahan,” tambahnya.

Ia mencontohkan di Gresik terdapat perusahaan besar skala multinasional yaitu Semen Indonesia, sangat support sekali dengan program seperti ini.

“Bantuannya biasanya dalam bentuk sarpras, seperti sekolah dibangunkan sumur resapan, lubang biopori, pencacah sampah, komposter,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, DLH Kabupaten Jember juga membagikan sebanyak 1500 bibit tanaman kepada 100 sekolah dimana masing-masing menerima 15 bibit tanaman. Bibit tanaman tersebut ialah pohon durian, duku, mangga, manggis dan klengkeng.

“Nah dari bantuan DLH Jember sebanyak 15 bibit tanaman itu, pihak sekolah dapat mengembangkannya menjadi 30, bahkan ratusan pohon nantinya, intinya masih banyak jalan bisa ditempuh,” tukasnya. (Guntur)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here