SPPA Kritisi Rencana DPRA Gelar Rapat Paripurna di Tengah Ancaman Covid-19

oleh -309 views
Rahmatun Phounna, Ketua Sentral Pergerakan Perempuan Aceh(SPPA).

BANDA ACEH, Rabu (25/03/2020) suaraindonesia-news.com – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menjadwalkan rapat paripurna dengan empat agenda yang akan digelar pada Kamis 27 Maret 2020.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari media lokal, DPRA akan mengelar Rapat Paripurna membahas empat agenda sekaligus,” Kata Ketua Sentral Pergerakan Perempuan Aceh (SPPA) Rahmatun Phounna kepada suaraindonesia-news.com. Rabu 24/03.

Menurutnya, ditengah ancaman wabah Codiv-19 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) justru sibuk dengan agenda Rapat Paripurna. Padahal Pemerintah sudah mengintruksikan kepada seluruh Lembaga Negara untuk melakukan Distanching sementara waktu guna memutuskan ratai penyebaran wabah Covid-19.

“Mereka sebagai wakil rakyat tidak menghormati sama sekali intruksi pemerintah, bagaimana rakyat bisa mematuhui dan percaya sama imbauan yang telah tetapkan sebelumnya, dewan terhormat saja melangkahi aturan yang telah dibuat,” Kata Phounna.

Lanjut Phounna, saat ini dunia teknologi informasi telah memberikan kemudaan dalam berinteraksi dengan orang melalui aplikasi Whatshap, DPRA bisa menggunakan Grup Whatshap untuk membahas agenda-agenda penting yang menyangkut dengan kepentingan Aceh. Teknologi hadir untuk memangkas waktu yang lebih efisien serta hemat biaya, mengingat saat ini kondisi memang lagi tidak stabil oleh penyebaran Covid-19.

“Mereka bisa melakukan Agenda Rapat Paripurna melalui Grup Whatshap, masak orang-orang pilihan tidak mengerti teknologi, apa kata dunia,” Cetus Phounna.

Menurutnya, agenda paripurna DPRA mereka besok lebih kepada upaya penjegalan pembangunan Gedung Engkologi Center, Perlu diketahui persoalan tender bukan ranah DPRA. Dewan sebagai kontrol jalannya roda pemerintahan Aceh. Persoalan tender Gedung Encologi wewenangnya Sekda Aceh.

“Kalau memang tidak sesuai dengan kententuan dan prosedur pembangunan Gedung onkologi RSUDZA silahkan dibuat pengaduan kepihak Kejaksaan atau melaporkan kepihak yang berwenang,” terangnya.

Lebih lanjut Phounna mengatakan, DPRA jangan egois, seharusnya para Anggota dewan dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat dalam membendung penyebaran virus Corona yang sedang melanda Indonesia.

“Bukan malah sebaliknya, menjadi penyebar virus kepada masyarakat, Demikian Pungkas Phounna,” tikasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *