Sikapi Kasus SPI Kota Batu, LPAI Minta Semua Pihak Hargai Asas Praduga Tidak Bersalah

oleh -6 views
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau lebih akrab di panggil Kak Seto.

KOTA BATU, Senin (14/6/2021) suaraindonesia-news.com – Kasus dugaan kekerasan seksual, tindak pidana kekerasan fisik dan tindak pidana eksploitasi ekonomi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) kota Batu, Jawa Timur yang dilaporkan ke Polda Jatim, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meminta semua pihak untuk menghargai asas praduga tidak bersalah.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk menghargai asas praduga tidak bersalah, dan menyerahkan masalah ini kepada pihak Kepolisian RI sebagai institusi yang berwenang untuk mengumumkan apa yang sebenarnya terjadi di SPI,” kata Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau lebih akrab di panggil Kak Seto.

Kak Seto juga meminta semua pihak, untuk tidak perlu melakukan upaya-upaya seperti datang ke sekolah untuk memberikan tekanan karena hal itu tidak dibenarkan dan melanggar hak anak yang ingin belajar dengan tenang.

“Indonesia masih membutuhkan banyak sekolah seperti SPI ini, karena sangat membantu Pemerintah mengentaskan kemiskinan dan membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depan mereka,“ tutur Kak Seto.

Menurut Kak Seto, SPI selama ini banyak melahirkan anak berprestasi. dengan adanya tekanan-tekanan itu, maka anak-anak akan terganggu, yang sama saja menjadi tindak kekerasan kepada anak.

Di hadapan Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, serta HIMPSI Malang dan LPAI Kota Batu. Senin (14/6/2021) di balaikota Batu. Kak Seto menjelaskan bahwa tujuannya adalah, untuk melihat langsung, yang terjadi dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

“Kami berkunjung ke Walikota Batu, setelah itu kami minta izin melihat anak-anak untuk melihat kondisi psikologis mereka,” katanya.

“Kami berkoordinasi untuk melakukan assessment, tadi Bu Walikota berencana mengajak anak jalan-jalan. Proses assessment akan dilakukan oleh teman-teman HIMPSI, jangan sampai anak-anak tertekan,” tambahnya.

Kak Seto juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama melindungi anak-anak.

“Ibaratnya perlu satu kampung untuk melindungi satu anak. Saya rasa media juga perlu untuk membantu langkah itu,” jelasnya

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *