Setya Novanto Minta Perlindungan, Jokowi: Ikuti Proses Hukum yang Ada

oleh
Presiden RI Joko Widodo

JAKARTA, Selasa (21/11/2017) suaraindonesia-news.com – Tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengaku telah meminta perlindungan hukum kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pengajuan dilakukan menyusul statusnya yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi permintaan itu, Jokowi meminta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu mengikuti proses hukum yang berlaku. Presiden tampaknya tak mau terlalu ikut campur terhadap persoalan hukum yang dihadapi oleh kolega politiknya tersebut.

“Ya, saya kan sudah menyampaikan kepada Pak Setya Novanto untuk mengikuti proses hukum yang ada,” ujar Jokowi di Balai Kartini pada Senin, (20/11).

Namun, Jokowi tak mengatakan secara lugas apakah akan merespons permintaan Setya Novanto tersebut. Dia hanya menegaskan agar Setya Novanto taat terhadap proses hukum yang ada.

Terkait dorongan agar ada pergantian Ketua DPR, Jokowi mengatakan bahwa mekanisme menonaktifkan ketua di sebuah lembaga pemerintahan sudah ada aturannya. Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, tinggal diikuti saja.

KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya pada 10 November 2017. Status tersangka Setya sebelumnya gugur setelah ia mengajukan praperadilan.

Setya Novanto berulangkali terbelit oleh kasus hukum. Namun ia selalu lolos dan bahkan bisa menjadi ketua umum Partai Golkar. Kini Setya Novanto sudah ditahan di rumah tahanan cabang KPK di Kuningan.

Ia dijemput penyidik KPK dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah menjalani perawatan karena kecelakaan lalu lintas pada Kamis malam, 15 November 2017. (Zaini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *