Sempat Viral Video Siswi SMA Dilecehkan Beramai-ramai, Kornas TRC PA Minta Kasek dan Pelaku Segera Diperiksa

oleh -262 views
Screenshot Video Siswi SMA yang Dilecehkan Beramai-ramai yang sempat viral di media sosial.

JAKARTA, Senin (9/3/2020) suaraindonesia-news.com – Terkait Video seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilecehkan beramai-ramai dan sempat viral di media sosial, membuat Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Rusmini Supriadi geram.

Peristiwa video yang diperkirakan berdurasi 25 detik itu diduga terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim siswi tersebut dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita temen – temennya.

Seperti di beritakan beberapa media online di Sulut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA Artuhur Tumipa mengatakan akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan di media sosial terkait video itu. Ada netizen yang mengatakan orang-orang di video itu bicara dengan logat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

“Kita akan menindaklanjuti dengan mengecek di setiap kepada-kepala cabang dinas, jadi kita ada empat cabang di Bolaang Mongondow, kita akan telusuri,” kata Arthur saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2020).

“Kalau dibiarkan bisa berbahaya, jadi kalau sudah tahu dari sekolah dan siswanya, kami akan tindak lanjuti. Ini perbuatan yang sangat tidak terpuji. Dan jika terjadi trauma kepada korban, kami akan minta pendampingan dari profesional,” ujar Arthur.

Menanggapi hal itu, Naumi Supriadi, mengapresiasi dengan apa yang di sampaikan Kabid SMA Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, untuk segera menindaklanjuti kasus video viral itu.

Wanita yang akrab disapa Bunda Naumi itu berharap, Kepala Bidang (Kabid) SMA Artuhur Tumipa tidak sebatas ngomong, dan segera di tindak lanjuti.

“Jelas, video viral itu perbuatan yang sangat memalukan dalam dunia pendidikan kita,” kata Bunda Naumi.

Bunda Naumi juga berharap, pihak berwenang segera menindaklanjuti video viral tersebut.

“Kepala Sekolah jelas melanggar etika jabatan, yakni tidak becus sebagai fungsi pengawasan, karena hal yang sangat memalukan itu bisa terjadi dilingkungan sekolah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga berharap, pelaku juga harus segera di tindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Reporter : Trisula/Hls
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *