Selamatkan Anak Sapi Milik Tetangga, Nyawa Suki Melayang

oleh -14 views

Selamatkan Anak Sapi Milik Tetangga, Nyawa Suki Melayang

Sumenep, suaraindonesia-news.com – Malang betul nasib Suki (36), warga Desa Juruan Daya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep. Demi membantu  menyelamatkan anak sapi milik Zahid (34) tetangganya, yang masuk sumur, ia justru ikut tewas di dalam sumur.

Peristiwa na’as tersebut bermula saat anak sapi milik zahid (34), yang baru berumur dua minggu masuk sumur di belakang rumahnya, Sabtu (27/04). Suki yang masih bertetangga dan masih mempunyai hubungan famili, menawarkan jasa untuk mencari anak sapi tersebut ke dalam sumur, penawaran korban untuk mencari anak sapi ke dalam sumur di setujui oleh pemilik sapi maupun masyarakat sekitar, akhirnya Suki turun ke dalam sumur dengan menggunakan tali.

“ Ini bukan kesalahan siapa siapa, tapi ini murni takdir dari yang maha kuasa, karena man Suki (man = paman) yang memintanya untuk mencari anak sapi kakak saya ke dalam sumur, tapi nasib berbicara lain, man Suki akhirnya meninggal dalam sumur,” terang Ali (27) adik Zahid pemilik sapi.

Sementara Kapolsek Batu Putih, AKP  Moh. Fandi, Sabtu (27/04/13) membenarkan, adanya peristiwa naas yang menimpa Suki warga Desa Juruan Daya kecamatan Batu Putih Sumenep, menurut Moh Fandi, kejadian na’as bermula saat anak sapi milik Zahid yang tercebur ke sumur  dengan kedalaman 35 meter di belakang rumahnya rumahnya, Suki menawarkan bantuan untuk mencari anak sapi tersebut kedalam sumur, namun naas setelah di tunggu sekian lama, tubuh zahi tidak juga muncul, akhirnya Ali adik pemilik anak sapi berniat menyusl, namun baru setengah perjalanan, Ali mengaku sudah tidak kuat, karena dari dalam sumur tercium bau yang menyenat dan membuat Ali tidak bisa bernafas

“Setelah korban turun ke dalam sumur, ditunggu beberapa lama, kok gak naik-naik. Nah, warga mulai panik. Warga menduga, pasti sudah terjadi sesuatu pada Suki,” katanya.

Kapolsek Batu Putih juga menerangkan, Ali adik pemilik sapi, berniat menyusul Suki dengan turun ke dalam sumur. Namun baru sekitar setengah dari kedalaman Sumur, Ali mengaku tidak kuat dan memilih naik kembali. “Menurut pengakuan Ali, ada bau menyengat dari dasar sumur, dan membuatnya lemas. Makanya Ali langsung naik lg. Dia langsung dibawa ke Puskesmas karena tidak hampir tidak sadarkan diri. Tapi Ahamdulillah tidak apa-apa. Sekarang sudah sehat,” papar Fandi.

Setelah itu, lanjutnya, warga tidak ada yang berani turun ke sumur untuk menyelamatkan Suki, karena khawatir bernasib sama. Sumur tersebut diduga mengeluarkan gas beracun yang mematikan. Sampai akhirnya ada dua warga setempat, yakni Mis dan Sugi yang memberanikan diri untuk turun ke dalam sumur. 

“Mereka turun menggunakan tali panjang, kemudian mengenakan saputangan untuk menutupi mulut dan hidung. Saputangan itu diberi parfum, untuk melawan bau dari dasar sumur,” ungkapnya.

Fandi menambahkan, upaya dua warga tersebut ternyata berhasil. Mereka bisa mengambil Suki dari dalam sumur. Sayangnya Suki ditemukan sudah tidak bernyawa. “Dua warga yang turun pakai tali ini berhasil mengambil mayat Suki. Kemudian mereka ditarik dengan tali ke atas sumur. Perlu waktu 3,5 jam untuk proses evakuasi korban dari dalam sumur,” terangnya.

 

Reporter : udiens

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *