Sehari Menjabat Tutup Rumah Karaoke, Lanjut Didemo Mahasiswa

oleh
Bupati Lumajang ajak pendemo berdoa bersama usai orasi dan teatrikal.

LUMAJANG, Senin (26/9/2018) suaraindonesia-news.com – Sehari menjabat, Bupati Lumajang tutup tempat hiburan karaoke keluarga, dan tadi langsung di demo Aliansi Komesariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lumajang.

Aksi teatrikal pertambangan pasir di depan kantor Bupati Lumajang, mengawali dialog antara Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq MML dengan Aliansi Komesariat PMII Kabupaten Lumajang.

Pada demo ini, Juru Bicara (Jubir) Aliansi Komesariat PMII Kabupaten Lumajang, Alfian kepada sejumlah media mengatakan jika PMII menuntut 4 poin kepada Bupati Lumajang, diantaranya agar Bupati Lumajang segera merealisasikan program pengamanan kepasa warganya.

“Sebab sekarang ini maraknya aksi begal yang membuat warga was-was jika keluar rumah, baik itu begal motor, atau hewan, dan lainnya,” kata Alfian.

Yang kedua, kata Alfian, pihaknya menuntut kepada Bupati Lumajang untuk bisa merealisasikan program pendidikan. Dan yang ketiga, menurut Alfian, yaitu merealisasikan program infrastruktur.

Baca Juga: Hari Pertama Menjabat, Bupati Lumajang Tutup Rumah Karaoke 

“Keempat kami meminta kepada Bupati Lumajang untuk menertibkan pertambangan pasir di Kabupaten Lumajang demi kepantingan masyarakat banyak, bukan hanya untuk kepentingan golongan saja, sesuai dengan pasal 33 UUD 1945,” ujarnya lagi.

Pantauan dari Aliansi Komesariat PMII Kabupaten Lumajang, ada sekirar 30 tambang pasir yang saat ini beroperasi di Kabupaten Lumajang.

“Selain itu, kami juga inginkan 20 janji program kerja Bupati Lumajang dapat dilaksanakan dan kami siap mengawal,” kata mahasiswa STKIP Lumajang ini.

Aksi demo yang bertepatan dengan peringatan 1000 hari pahlawan tambang Salim Kancil ini memohon kepada pihak pemerintahan bisa mendukung keinginan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq MML, saat keluar dari ruangan kerjanya di kantor Bupati Lumajang guna menemui para pendemo, beliau menjelaskan bahwa pada memulai bekerja di Pemerintahan Kabupaten Lumajang, pihaknya akan selalu menerima segala bentuk aspirasi yang dilakukan oleh warganya.

“Kepada pihak kepolisian dan Satpol PP, untuk tidak melakukan penolakan atas kegiatan menyuarakan aspirasinya kepada pemerintahan. Sebab Bupati siap berkomitmen untuk berdialog,” paparnya di hadapan ratusan pendemo.

Bersama-sama di terik panasnya matahari, Cak Thoriq, panggilan akrabnya menyampaikan jika dirinya berkomitmen dengan 20 janji kerjanya sewaktu kampanye dulu.

“Kedepan, kami pasti dipantau, diawasi, dikontrol oleh masyarakat Lumajang.
Terima kasih atas masukan saran dan kritikannya, sebab ini harapan dari semua masyarakat Kabupaten Lumajang,” ungkap mantan anggota DPRD Propinsi Jawa Timur ini.

Tentang pasir, kata Cak Thoriq, akan segera mingkin berkoordinasi dengan instansi terkait. Bupati juga keberatan sebab dirinya tidak cocok dengan pengelolaan pasir selama ini.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *