Satpol PP Pamekasan Bersama Bea Cukai Madura Gelar Sosialisasi PPUU dan Pemanfaatan DBHCHT

oleh -15 views
Foto: Bagian Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Madura Tesar Pratama saat memberikan pengarahan.

PAMEKASAN, Rabu (25/10/2023) suaraindonesia-news.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan bersama Tim gabungan meliputi Bea Cukai Madura dan bagian Perekonomian Setda menggelar sosialisasi peraturan Perundang-undangan (PPUU) di bidang cukai tembakau dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2023.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Pabrik Rokok CV Ayunda, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 161/PMK.4/2022, tentang Pemberitahuan Barang Kena Cukai.

Acara Sosialisasi itu dihadiri langsung oleh Kepala DPMPTSP, Camat Pademawu, Bea Cukai Madura, Kabag Perekonomian dan pihak Satpol-PP Pamekasan.

Bagian Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Tesar Pratama dalam sosialisasinya menyampaikan, ada 5 ciri-ciri rokok ilegal yang perlu dipahami oleh masyarakat.

“Lima kriteria rokok ilegal yakni rokok tanpa dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai salah peruntukan dan rokok dengan pita cukai salah personalisasi,” ungkap Tesar.

Tesar juga menjelaskan, sosialisasi Undang-undang Nomor : 39 Tahun 2007, tentang Cukai ini dilakukan untuk memperkenalkan atau memberitahukan kepada masyarakat tentang peraturan bidang cukai.

“Karena barang kena cukai illegal sangat mengganggu pemasaran dari produk-produk barang kena cukai yang diproduksi oleh produsen-produsen yang tertib administrasi dan patuh dengan peraturan,” paparnya.

Disisi lain, Kabag Perekonomian Setda Pamekasan, Bachtiar Effendi menjelaskan, sosialisasi UU Cukai Cukai, untuk memberi pemahaman kepada pemilik perusahaan rokok, agar upaya mendukung pendapatan Negara tentang pajak melalui cukai rokok.

“Pendirian perusahaan yang memenuhi ketentuan dan aturan dalam perundang-undangan, dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Sehingga perlu sosialisasi ini untuk memasifkan para pengusaha rokok agar tertib administrasi menjadi legal,” pungkasnya.

Reporter : May
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan