Satgas Keamanan Desa Tak Aktif, Maling Gondol 4 Ekor Sapi

Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH,

LUMAJANG, Rabu (10/7/2019) suaraindonesia-news.com – Akibat Satgas Keamanan Desa (SKD) Sumberwringin, Kecamatan Klakah, yang tidak aktif menjaga keamanan Desanya, 4 ekor sapi amblas digondol maling.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH, bahwa Selasa (9/7) kemarin, telah terjadi pencurian sapi di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Dalam sehari terjadi 2 kali aksi pencurian sapi pada TKP yang berbeda yakni di rumah Ruman (48) dan di rumah Rosyid (43). Namun 3 ekor sapi milik Rosyid tidak berhasil digondol walaupun sempat dikeluarkan, pelaku karena tertangkap basah, dan para pelaku meninggalkan 3 sapi tersebut,” ungkapnya.

Tetapi nasib naas dialami oleh Ruman, karena 4 ekor sapi miliknya menjadi sasaran empuk para pelaku pencurian sapi.

“Peristiwa ini terjadi karena kurang aktifnya kepala Desa dalam mengoptimalkan kinerja SKD Sumberwringin, sehingga daerah tersebut menjadi bulan-bulanan pencuri sapi. Tidak ada satupun personil satgas yang memegang HT di Desa Sumberwringin, bandingkan dengan Desa lainnya seperti Desa Tukum, Kecamatan Tekung yang melengkapi 141 HT untuk satgasnya, Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, dengan 76 HT, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dengan 63 HT dan Desa lainnya yang berlomba-lomba mengamankan desanya dari aksi kriminalitas,” bebernya.

Kapolres Lumajang, dalam hal ini memberikan teguran keras kepada Kepala Desa Sumberwringin, saat beliau membantu mencari sapi warga yang hilang.

“Baru saja saya bersama jajaran Tim Cobra melakukan pelacakan sapi yang dicuri di Desa Sumberwringin, ada 2 TKP pencurian dengan total 7 sapi sempat dibawa, tapi yang berhasil dibawa pencuri ada 4 sapi sedangkan 3 sapi masih bisa diselamatkan,” ujar AKBP Arsal.

Permasalahan utama maraknya pencurian sapi di daerah Kecamatan Klakah, karena kurangnya ke aktifan perangkat desa. Dari 12 Desa hanya 2 Desa yang aktif dan memilki HT yaitu Desa Duren dan Sawaran Lor, sedangkan 10 desa lainnya, satgasnya belum optimal.

“Khusus dengan Desa Sumberwringin, saya mendapatkan informasi dari warga dan perangkat Desa lainnya kalau Kades terlalu abai dengan keberadaan satgas Kamdes,” paparnya lagi.

Kasihan Warga Desa Sumberwringin, akan terus menjadi santapan pelaku kejahatan dikarenakan sistem keamanan yang tidak berjalan dan cenderung abai akan keamanan Desa.

“Sudah saya perintahkan Kapolsek untuk terjun langsung aktifkan satgas kamdes Sumberwringin dan pasang portal di titik-titik tertentu supaya tdk mudah dilalui para pelaku kejahatan,” ungkapnya lagi.

Dari pencarian jejak yang jelas, kata Kapolres Lumajang, kalau sapi yang di curi di naikkan pick up tersebut dengan menggunakan anjing pelacak dan masyarakat pencari sama-sama melacak dan berhenti di posisi akhir di tempat yang sama. terlihat bekas-bekas mobil ditempat tersebut.

Perlu diketahui Desa Sumberwringin masuk dalam daftar merah/rawan kriminalitas. Beberapa bulan yang lalu di Desa Sumberwringin ini telah dilakukan penggerebekan kerumah tersangka Mulyadi alias Ndi. Disana pihak Polres Lumajang menemukan 5 motor curian, 11 plat nomor berbagai jenis kendaraan, pretelan mesin mobil dan motor, Beberapa bong narkoba, senapan dan berbagai senjata tajam.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here