Sasar Petani Tembakau Sosialisasikan DBHCHT dan Rokok Ilegal

oleh -208 views
Foto : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang sasar petani tembakau sosialisasikan DBHCHT dan rokok ilegal setta manfaat pita cukai untuk pembangunan. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Rabu (3/11/2021), suaraindonesia-news.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe madya pabean C wilayah Madura, menggelar sosialisasi cukai tembakau pada petani tembakau, di aula Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sampang, kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Ir Suyono, M. Si mengatakan, pihaknya bersama KPPBC wilayah Madura ingin menyampaikan informasi pada para petani tembakau Sampang, tentang ketentuan cukai tembakau serta ciri-ciri rokok ilegal agar petani tembakau paham dan disampaikan kepada masyarakat yang belum mengetahui.

“Kami mengundang para petani tembakau ini bertujuan agar sosialisasi tentang cukai tembakau ini bisa tersampaikan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui perbedaan rokok legal maupun ilegal melalui ketentuan pita cukai yang dipakai. Sosialisasi ini juga diharapkan membantu dalam pemberantasan rokok ilegal,” jelasnya.

Suyono juga berharap, nantinya sosialisasi yang disampaikan kepada para petani tembakau bisa tersampaikan kepada masyarakat lain yang belum mengetahui. Sehingga, masyarakat bisa lebih sadar tentang pentingnya cukai tembakau untuk penerimaan pendapatan negara yang pada akhirnya berdampak untuk pembangunan di daerah.

“Para pembuat dan pengedar rokok ilegal ada sangsi pidana yang sangat berat,” ujarnya.

Sementara itu, nara sumber dari Kantor Bea Cukai Madura, Jawa Timur menjelaskan, bahwa pemasukan pajak melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sangat berkontribusi terhadap pembangunan, termasuk di Kabupaten Sampang.

“Pemasukan pajak melalui cukai ini merupakan salah satu penerimaan negara terhadap APBN. Yang nantinya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur maupun berupa bantuan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan, bahwa barang kena cukai (BKC) seperti etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau jelas tertuang dalam undang-undang nomor 39 tahun 2007, tentang cukai pada pasal 4 ayat 1. Sehingga, dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat bisa memahami seperti apa saja yang termasuk rokok ilegal itu.

“Rokok ilegal itu di antaranya rokok tanpa pita cukai rokok, yang menggunakan pita cukai palsu atau bekas, serta rokok dengan pita cukai yang bukan peruntukannya,” paparnya.

Untuk itu, pihak Bea Cukai Madura berharap, dengan keterlibatan petani tembakau dalam sosialisasi tentang cukai bisa menyampaikan pesan kepada petani lainnya dan masyarakat yang belum mengetahui akan pentingnya manfaat dari cukai melalui DBHCHT.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami terkait sanksi pidana terhadap pelanggaran penggunaan cukai, serta apa manfaat hasil dari cukai itu, dan seperti apa ciri-ciri rokok ilegal. Sehingga, bisa turut membantu pemerintah dalam memerangi peredaran rokok ilegal, khususnya di wilayah Kabupaten Sampang ini,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang Ir.Suyono, MSi, Sekretaris Fariduddin Faruq, Kabid Bun Ir. Nurul Hayati, MM, Camat Sampang Yudi Adidharta K, petugas BPP Sampang, petugas KPPBC wilayah Madura dan petani kelompok tembakau Sampang.

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan