ACEH TIMUR, Sabtu (15/08) suaraindonesia-news.com – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh atau MoU Helsinki yang digelar di Lapangan Bola Voli Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Jumat malam (14/8/2026), berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan.
Kegiatan yang diselenggarakan Sagoe Darul Falah dan Sagoe Madat bersama para keuchik serta tokoh masyarakat setempat tersebut dihadiri Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Kapolres Aceh Timur, unsur Muspika Kecamatan Madat, para keuchik, mantan kombatan GAM, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan ibu-ibu.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar mengapresiasi kekompakan panitia dan para keuchik yang bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perdamaian yang telah diraih melalui proses panjang antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
“Perdamaian ini tidak datang dengan mudah. Jika kita melihat kilas balik masa konflik seperti masa lalu, rakyatlah yang akan menderita. Mencari nafkah akan terhalang, pendidikan anak-anak terancam, dan kehidupan kita akan kembali sulit,” tegas Bupati.
Menurutnya, perdamaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade harus terus dirawat dan dijaga bersama agar masyarakat Aceh dapat menjalani kehidupan dengan aman serta memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Selain diisi dengan peringatan dan doa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 100 anak yatim.
Santunan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus simbol kebersamaan masyarakat dalam memperingati perjalanan perdamaian Aceh dan menjaga suasana damai di Tanah Rencong.












