Sambong Terapkan Pengembangan Ekonomi Lokal

Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M. Si Saat Memberikan Potongan Tumpeng Kepada Kepala Desa Brabowan Indarsih, Rabu (18/9/2019).

BLORA, Rabu (18/09/2019) suaraindonesia-news.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) membantu sarana prasarana (Sarpras) pengembangan agribisnis ayam joper di Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, sarpras pengembangan agribisnis ayam joper itu diwujudkan dengan pembangunan kandang inseminasi, rumah tetas, rumah potong ayam (RPA), dan pabrik pakan yang mulai dilakukan pada hari Rabu (18/9).

Acara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati H. Arief Rohman, M.Si didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Hariyanto, SIP, M.Si.

Sementara itu Wakil Bupati H. Arief Rohman M.Si, dalam sambutannya meminta agar pelaksanaan pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper ini bisa dilaksanakan dengan baik agar nantinya bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

“Jika pelaksanaannya baik, pasti pihak Kemendesa PDTT akan senang dan jika mengajukan bantuan lagi biasanya akan dikabulkan. Saya minta kepada Kades agar mengutamakan masyarakat kurang mampu untuk ikut mengelola agribisnis ayam joper ini. Dengan demikian diharapkan bisa ikut menekan angka kemiskinan di Desa Brabowan,” jelasnya.

“Jika sudah selesai, nanti peresmiannya akan kita upayakan agar dihadiri Pak Dirjen atau Pak Sekjen Kemendesa PDTT. Kemarin beliau sudah japri whatsapp saya. Mimpinya Pak Menteri bisa hadir, semoga saja,” bebernya.

Menurut dia, pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper ini merupakan program bantuan unggulan dari Kemendesa PDTT. Selain Desa Brabowan, ada satu desa lagi yang menerima bantuan serupa, yakni Desa Blungun, Kecamatan Jepon.

“Laksanakan dengan baik. Jika terlaksanakan dengan baik, bukan tidak mungkin Desa Brabowan akan menjadi tujuan studi banding pengembangan agribisnis ternak ayam joper. Siap-siap saja menerima banyak kunjungan, kuncinya harus sungguh-sungguh,” tegasnya.

Usai melakukan peletakan batu pertama acara dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur dimulainya proses pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper, yang diserahkan kepada Kepala Desa Brabowan.

Bersamaan dalam hal ini Camat Sambong, Nunik Sulistiyo Herniyati, S.Sos, mengatakan bahwa, pembangunan sarpras pengembangan agribisnis ayam joper dari Kemendesa PDTT ini dilaksanakan oleh masyarakat desa, sehingga tidak melibatkan pihak ketiga.

“Akan ada tiga bangunan, yakni rumah inseminasi ukuran 18×8 meter, rumah tetas 18×8 meter, serta RPA dan pabrik pakan berukuran 6×15 meter, menempati lahan tanah bengkok bondo desa dengan anggaran Rp 235 juta dari Kemendesa PDTT,” ucapnya.

Dia mengatakan, proses pembangunan sarpras ini didampingi dari Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. Diharapkan nantinya sarpras tersebut bisa mendukung pengembangan ternak ayam joper di Desa Brabowan.

“Jadi tiga bangunan ini nanti akan digunakan untuk pembibitan, penggemukan, sampai ayam siap panen, serta dipotong sehingga siap untuk dijual. Pembangunannya diharapkan selesai pada bulan November dan bisa diresmikan penggunaannya,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut kepala Desa Brabowan Indarsih, mengatan bahwa pihak mewakili atas nama masyarakat berterimakasih atas bantuan Kemendesa PDTT untuk mendukung pengembangan ternak ayam joper ini.

“Kami dari pihak desa siap mengawal, yang tujuannya tidak lain peningkatan kesejahteraan warga desa. Pengelolaannya akan dilakukan oleh Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) melalui BUMDes Sejahtera Desa Brabowan,” kata Indarsih.

Tampak hadir Camat Sambong, Nunik Sulistiyo Herniyati, S.Sos bersama jajaran Forkopimcam Sambong, Kades Brabowan, Ketua STTR Cepu, dan masyarakat setempat.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here