BeritaKesehatanNewsPemerintahan

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Peran Strategis Bidan dalam Menjaga Keselamatan Ibu dan Bayi

×

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tegaskan Peran Strategis Bidan dalam Menjaga Keselamatan Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 210740
Foto: RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

SUMENEP, Jumat (15/05) suaraindonesia-news.com – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan pentingnya peran tenaga bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi, khususnya di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak karena berhadapan langsung dengan masyarakat sejak masa kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.

“Bidan menjadi salah satu elemen penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan berperan sejak awal proses kehamilan sampai masa nifas,” ujar dr. Erliyati.

Menurutnya, keberadaan bidan di Kabupaten Sumenep memiliki peran yang semakin vital mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi kepulauan membuat akses layanan kesehatan di sejumlah daerah masih terbatas.

Dalam kondisi tertentu, lanjutnya, bidan bahkan menjadi tenaga kesehatan pertama sekaligus satu-satunya yang dapat dijangkau masyarakat di wilayah terpencil.

“Di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, bidan sering menjadi ujung tombak pelayanan. Karena itu penguatan kapasitas dan pemerataan tenaga bidan sangat penting,” ungkapnya.

Dr. Erliyati menjelaskan, tugas bidan tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis saat persalinan. Lebih dari itu, bidan juga berperan memberikan edukasi kesehatan, pendampingan psikologis kepada ibu hamil, hingga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.

Ia menilai, pendekatan humanis yang dilakukan para bidan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu ibu hamil menjalani proses kehamilan dan persalinan secara aman.

“Peran bidan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan dengan aman,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Erliyati menekankan bahwa tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang kebidanan serta pemerataan distribusi tenaga bidan harus menjadi perhatian bersama.

“Ke depan perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi serta distribusi tenaga bidan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap profesi bidan sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

“Peringatan Hari Internasional Bidan harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak lepas dari pengabdian para bidan yang bekerja langsung di lapangan. Keselamatan ibu dan bayi sangat bergantung pada peran besar para bidan,” pungkasnya.

Reporter: Amin
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan