Roti Proyek Bandara Ngloram Picu Tuntutan Warga Kapuan

Diskusi Camat Cepu dan dua Desa Kapuan-Ngloram serta Forkompincam Terkait Aksi Demo Blockade Kendaraan Truk proyek Bandara Ngloram karena dipicu tidak mendapatan PO atau Roti Proyek, di Rumah Kades Kapuan. Kamis (7/11/2019).

BLORA, Kamis (7/11/2019)- suaraindonesia-news.com – Warga Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah menggelar demo dengan aksi memblokade kendaraan bermuatan tanah huruk dilokasi akses jalan Proyek Desa Kapuan yang dipicu karena warga Kapuan tidak memiliki hak Purchase Order (PO) pekerjaan proyek Bandara Ngloram dari pihak PT. Pinbos Mandiri yang menangani drainase dan PT. Sumba Hasda Adi menangani pekerjaan huruk, semua PO diberikan oleh pihak Desa Ngloram.

Menurut Kepala Desa Kapuan Hariyono, menyampaikan bahwa warganya melakukan aksi blockade truk yang dilarang masuk kelokasi pekerjaan proyek bandara tersebut disebabkan tidak mendapatkan roti proyek atau PO.

“Warga kami yang mendapatkan imbas pekerjaan polusi harusnya kan mendapatkan PO bukan hanya Desa Ngloram yang mendapatkan jatah pekerjaan,” kata Hariyono. Kamis (7/11).

Hariyono juga mempertanyakan, apakah PO nya harus ikut Desa Ngloram, sementara masyarakatnya juga ingin mengelola PO.

“Jadi harga yang dikeluarkan dari pihak perusahaan keduanya tersebut Desa Kapuan bisa mengelola, bukan hanya warga Desa Ngloram saja yang bekerja,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Ngloram Diro Beny Susanto, Ketika dikonfirmasi pihaknya menepis apa yang disampaikan warga Kapuan bahwa dirinya tidak menggandeng warga Kapuan.

Ia mengatakan bahwa dirinya mengandeng beberapa warga Kapuan, bahkan kata dia, pihaknya mengajak untuk pekerjaan hurukan dan drainase.

“Kami tidak sama sekali mengambil keuntungan terkai PO untuk warga saya sendiri, tapi kami gandeng beberapa warga Kapuan untuk bekerja,” kata Diro.

Pihaknya berjanji akan diusulkan dan berupaya agar Desa Kapuan nanti dapat PO sendiri, “saya berani jamin,” ujarnya.

Bersamaan hal tersebut Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi. Mengaajak warga Desa Kapuan dan gloram untuk duduk bersama kedua Desa tersebut untuk mendinginkan persoalan aksi Blockade. Setelah alotnya diskusi ini akhirnya keputusan menunggu kepala bandara pusat, agar nanti bisa mendapatkan jawaban terkait PO atau roti proyek.

“Nanti malam kepala bandara akan terbang ke Cepu, kita tunggu saja, besok kita selesaikan segala permasalan sampai clear,” tegas luluk.

“Sekarang biarkan truk hurukan masuk dulu sambil menunggu kepala badara yang dari staff kementerian perhubungan dari jakarta,” ucapnya.

Dalam diskusi tersebut nampak hadir Forkompincam Cepu, warga Desa Kapuan dan Desa ngloram.
Saat berita ini diturunkan kondisi warga kedua Desa Kapuan dan Ngloram sudah dingin dan reda sambil menunggu keputusan dari pihak bandara terkait PO atau roti proyek.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here