Reses, Mieke Henny Serap Aspirasi Warga

oleh -161 views
Kegiatan reses anggota DPRD Balikpapan Mieke Henny dari Partai Demokrat masa sidang III tahun 2020.

BALIKPAPAN, Selasa (03/11/2020) suaraindonesia-news.com – Reses masa persidangan III tahun 2020, dilakukan oleh anggota DPRD Kota Balikpapan dari Partai Demokrat Mieke Henny, S.pd, di kediamannya Perumahan Rengganis Blok A-1 Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Selasa (3/11) sore.

Dalam kegiatan reses di daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan tersebut hanya dihadiri oleh perwakilan warga dari sejumlah Kelurahan, karena masa pandemi Covid-19.

Reses yang dilakukan oleh politisi Partai Demokrat ini menampung beberapa aspirasi warga terkait persoalan banjir, kendala penyambungan air PDAM, dan penerangan jalan.

Mieke Henny mengatakan, reses ini untuk menyerap aspirasi warga. Dimomen reses ini warga dapat menyampaikan harapan-harapan dari beberapa bidang, mulai dari persoalan lingkungan, fasilitas lingkungan, fasilitas rumah tangga dan lainnya.

“Kita sebagai anggota legeslatif harus bisa menampung dan memperjuangkan, mengawal, kemudian merealisasikan. Tentu semua ada batasan-batasannya, ada yang prioritas, ada yang harus menunggu setahun hingga dua tahun,” kata Mieke Henny usai kegiatan reses.

Untuk persoalan PDAM seperti yang disampaikan oleh warga, kata Mieke Henny, tidak serta merta langsung menyalahkan manajeman PDAM begitu saja. Karena mungkin ada hal yang sifatnya teknis maupun dari lingkungannya.

“Mungkin hal itu juga menjadi bahan pertimbangan pihak manajeman PDAM untuk menunda penyambungan air PDAM ke rumah-rumah warga. Tidak bisa ketika ada warga yang mendaftar pemasangan PDAM langsung direalisasi pada saat itu, pasti menunggu,” ujarnya.

Mieke Henny menambahkan, terkait persoalan banjir yang kerap menjadi keluhan warga selama ini sudah menjadi prioritas pemerintah kedepan. Mulai tahun depan pemerintah Kota Balikpapan sudah memperioritaskan empat program yakni soal pendidikan dan kesehatan, recovery, ekonomi, dan banjir.

“Jadi anggaran untuk penanganan soal banjir nanti sudah pasti ada, cuma selama ini kesalahan dari pihak-pihak tertentu adalah tidak dihulunya yang diperbaiki, namun hanya disekitaran yang terdampak banjir saja yang diperbaiki, seharusnya dari hulunya dulu yang harus diperbaiki sampai ke hilirnya hingga betul-betul terintegrasi dengan baik,” tutup Mieke Henny.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *