Putus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak, TRC PPA Sulteng Gelar Diskusi Bersama

oleh -27 views
Jeny Claudya Lumowa (Bunda Naumi) Kornas TRC PPA saat mengisi diskusi bersama bertempat di Santika Hotel, Palu. Sabtu (25/7/2020).

PALU, Sabtu (25/7/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka mensukseskan Gerakan Memutus Mata Rantai Tindak Kejahatan Terhadap Perempuan & Anak, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA) Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi Tengah menggelar diskusi bersama bertempat di Santika Hotel, Palu. Sabtu (25/7/2020).

Hadir dalam giat tersebut, Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan & Anak (TRC PPA) Jeny Claudya Lumowa, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah, perwakilan media se Sulteng dan seluruh jajaran pengurus TRC PPA Korwil Sulteng.

Dalam sambutannya, aktivis yang akrab di sapa Bunda Naumi itu menyampaikan Apresiasi atas sambutan dan kekompakan seluruh tim yang hadir dalam diskusi tersebut.

“Situasi dan kondisi saat ini, Indonesia dalam keadaan darurat permasalahan Perempuan & Anak, untuk itu butuh kekompakan dan kerjasama yang baik diantara pegiat perempuan & anak khususnya di Sulawesi Tengah ini,” terangnya.

Demi suksesnya gerakan memutus mata rantai tindak kejahatan terhadap Perempuan & Anak, kata Naumi, TRC PPA Sulawesi Tengah siap untuk berkolaborasi dengan seluruh jajaran pegiat Perempuan & Anak termasuk dengan P2TP2A Provinsi Sulteng.

Diwaktu yang berbeda kepada awak media, Agustina Ketua TRC PPA Korwil Sulawesi Tengah menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya khususnya kepada Bunda Naumi, Kornas TRC PPA yang berkenan menyempatkan waktu di tengah jadwal kegiatannya yang sangat padat untuk bisa hadir dalam diskusi ini.

“Semoga dengan hadirnya seluruh elemen pegiat perlindungan Perempuan & Anak Sulawesi Tengah dan jajaran awak media di Sulteng akan membuat kegiatan makin harmonis,” tuturnya.

Ia berharap, kedepan tindak kejahatan terhadap Perempuan & Anak di Sulawesi Tengah dapat di minimalisir.

Reporter : Gus
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *