PTSL Dipungli Sejumlah Oknum Desa, Bikin Bupati Marah

oleh -147 views
Bupati saat menanyakan kepada warga, soal pengurusan sertifikat PTSL di GOR Wira Bakti Lumajang.

LUMAJANG, Senin (20/1/2020) suaraindonesia-news.com – Besarnya biaya pengurusan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2019 lalu, membuat Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjadi marah.

Kemarahan tersebut ketika Bupati hadir pada acara penyerahan sertifikat hak atas tanah olehnya di gedung Gor Wira Bakti Lumajang, sebelum memberikan sambutannya, Senin (20/1) pagi.

Dan untuk memastikan tidak adanya permasalah terkait PTSL tersebut, maka Bupati Lumajang konfirmasi langsung ke masyarakat turun dari panggung menemui masyarakatnya menanyakan besaran biaya yang di minta oleh sejumlah oknum Desa.

Bupati sangat terkejut sekali, saat mengetahui jika pembiayaan sertifikat hak atas tanah itu sangat mahal melebihi ketentuan yang ada.

Hasil temuan Bupati itulah yang menjadikan marah terhadap oknum yang memanfaatkan Progam PTSL untuk memungut biaya lebih dari ketentuan.

Dengan nada tinggi di atas panggung Bupati Lumajang meminta kepada masyarakat untuk melaporkan segera jika ada oknum desa yang memungut biaya lebih dari ketentuan yang sudah ada dan dengan sengaja menyimpan sertifikat hasil program PTSL.

“Ini adalah program pemerintah untuk rakyat, jadi ya harus sesuai untuk rakyat jangan sampai di buat-buat,” kata Bupati dengan nada agak tinggi.

Dulu progam ini adalah prona, dan sekarang kata Bupati berubah nama menjadi PTSL.

“Saya himbau kepada masyarakat Lumajang segera laporkan bila ada oknum yang sengaja meminta uang yang tidak sesui dengan ketentuannya tidak jelas rinciannya dan minta kwitansi kepada pemerintah desa (Pemdes),” tegasnya lagi.

Bupati juga memanggil Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Lumajang, Samsul Arifin, untuk naik ke atas panggung.

“Saya perintahkan untuk memecat oknum pemerintah desa yang melanggar aturan di progam PTSL ini,” ungkapnya.

Kepada seluruh Kepala Desa (Kades) yang hadir, Bupati menyampaikan kalau program PTSL mendapatkan catatan bahwa jumlah bidang tanah yang yang telah bersertifikat sejumlah 18331 bidang tanah.

Artinya kerja dari teman-teman BPN betul-betul nyata kerja yang luar biasa, jika dilihat progresnya hari ini.

“Sungguh merupakan kerja yang hasilnya sangat progresif sekali, saya juga mengucapkan terima kasih atas seluruh kerja dari semua unsur mulai dari Camat dan Kades yang mengikuti program PTSL ini,” pungkasnya.

Kepala DPMDes Kabupaten Lumajang, Samsul Arifin, ketika ditanya terkait pemecatan oknum desa yang melakukan penarikan PTSL yang tidak sesuai aturan, dia menerangkan jika yang jelas siapapun tidak boleh melakukan pungutan diluar ketentuan.

Reporter : Luad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *