Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita UtamaHukumPeristiwa

PT Medco Akan Salurkan Dana Kompensasi Milyaran Rupiah, Warga Julok Protes

Avatar of admin
×

PT Medco Akan Salurkan Dana Kompensasi Milyaran Rupiah, Warga Julok Protes

Sebarkan artikel ini
IMG 20250730 150638
Foto : Supridar, tokoh pemuda Julok

ACEH TIMUR, Rabu (30/07) suaraindonesia-news.com – Rencana penyaluran dana kompensasi miliaran rupiah oleh PT Medco E&P Malaka terhadap sejumlah kepala keluarga di sekitar wilayah operasinya, menuai protes dari masyarakat Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Protes tersebut disuarakan oleh Supridar, tokoh pemuda Julok, yang menilai kebijakan kompensasi tersebut bersifat diskriminatif dan memicu kecemburuan sosial. Menurutnya, dana kompensasi yang diberikan hanya menyasar ratusan kepala keluarga di tiga desa ring satu, yaitu Desa Panton Rayeuk T (Kecamatan Banda Alam), Alue Siwah (Kecamatan Nurussalam), dan Blang Nisam (Kecamatan Indra Makmu).

“Ini sangat diskriminatif, kebijakan kontraktor KKS itu telah menimbulkan kecemburuan sosial bagi desa-desa lainnya, khususnya delapan desa lintasan ROW. Padahal, dampak negatif dari kegiatan shutdown pabrik gas juga berimbas pada warga lainnya,” ujar Supridar kepada wartawan rabu (30/7)

Diketahui, kompensasi yang diberikan kepada masing-masing kepala keluarga sebesar Rp1 juta. Namun, warga desa lain yang merasa turut terdampak tidak masuk dalam daftar penerima. Hal inilah yang kemudian memicu kekecewaan sejumlah pihak, terutama dari Kecamatan Julok.

Baca Juga :  Memperingati HUT RI Ke-71, Wabup Achmad Fauzi Lepas Karnaval

Tak hanya soal dana kompensasi, Supridar juga mengkritisi kebijakan perekrutan tenaga kerja yang dinilainya tidak adil. Ia menyoroti program perekrutan 10 orang pekerja dari 10 desa, yang menurutnya kembali mengabaikan warga Julok.

“Kami ini seperti dianggap tidak ada. Padahal, wilayah Julok termasuk dalam kawasan yang terdampak langsung aktivitas perusahaan. Kalau kebijakan diskriminatif ini terus dipraktikkan oleh kontraktor KKS, maka jangan salahkan masyarakat Julok jika suatu saat bereaksi keras karena merasa diabaikan di rumah sendiri,” tegasnya.

Ia berharap manajemen PT Medco E&P Malaka segera mengevaluasi dan meninjau ulang kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Korupsi 3,2 Miliar, Staf Kantor Pegadaian Ditahan Kejari Balikpapan

Rahmat, salah satu Humas PT Medco E&P Malaka Blok A saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dulu dengan managemen.

“Saya konsultasi dulu ya,” jawabnya singkat.