Program Upland Project Dongkrak Ekonomi Petani Bawang Merah di Desa Matanair

oleh -56 views
Foto: Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim sedang mengecek perkembangan tanaman bawang petani Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep, dari Program Upland tahun 2024. (Foto: Sdr/SI).

SUMENEP, Rabu (26/6/2024) suaraindonesia-news.com – Hadirnya Program Upland Project di Desa Matanair, Kabupaten Sumenep, terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian para petani bawang merah di daerah tersebut. Program yang bertujuan mengembangkan pertanian di dataran tinggi ini membawa banyak manfaat yang dirasakan langsung oleh petani setempat.

Sri Wahyuni, seorang petani di Desa Matanair, menyatakan bahwa program Upland sangat membantu meningkatkan ekonomi keluarganya.

“Kami mendapatkan benih bawang merah dan bimbingan ilmu tani dari PPL secara gratis. Hal ini sangat membantu mengangkat perekonomian kami,” ungkap Sri Wahyuni saat ditemui pada Senin, 24 Juni 2024.

Dawi, petani lain di desa tersebut, juga merasakan manfaat besar dari program ini. Ia bersama teman-temannya mendapatkan 2 ton benih bawang merah yang ditanam di lahan seluas 2 hektar.

Baca Juga: Laporan dari Mekkah, Begini Kondisi Terkini Jamaah Haji Sumenep

“Dulu lahan saya hanya ditanami tembakau, tapi karena ada program Upland, kami diberi benih dan didampingi oleh PPL hingga panen. Alhamdulillah, perkembangan bawang sangat memuaskan. Kami sangat bersyukur dan berharap panen sukses,” ujar Dawi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Linda Fajariah, menjelaskan bahwa petani selalu didampingi dari masa tanam hingga panen.

“Salah satu teknik yang kami gunakan adalah memakai jerami di sela-sela pohon sebagai pengganti kalium untuk mencegah tumbuhnya rumput liar, dan Alhamdulillah berhasil,” terang Linda.

Linda juga mengajarkan petani cara mengantisipasi serangan jamur yang sering datang saat hujan turun di malam hari.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif drg. Susantin: Program Bupati Fauzi Terkait UHC dan Stunting

“Kami mengarahkan petani untuk menyiram daun bawang sebelum matahari terbit jika hujan turun malam hari, agar tidak terserang penyakit jamur,” jelasnya.

Selain itu, Linda mendorong petani menggunakan metode perawatan yang ramah lingkungan, seperti menggunakan dedaunan sebagai pengganti bahan kimia.

Program Upland Project ini bukan hanya memberikan bantuan fisik berupa benih, tetapi juga pengetahuan dan teknik bercocok tanam yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan adanya program ini, petani bawang merah di Desa Matanair kini dapat menikmati hasil yang lebih baik dan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian lokal.

Reporter: Ari
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan