Wawancara Eksklusif drg. Susantin: Program Bupati Fauzi Terkait UHC dan Stunting

oleh -9 views
Foto: drg. Susantin, Plt Kepala Puskesmas Kalianget, Sumenep.

SUMENEP, Selasa (25/6) suaraindonesia-news.com – Wawacara eklusif terkait keberhasilan program pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur dibidang kesehatan dibawah kepemimpinan Achmad Fauzi dan Nyi Eva.

Selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dan Nyi Eva telah memberikan terobosan dalam hal pelayanan kesehatan seperti UHC dan mobil Puskesmas keliling.

Untuk memastikan seperti teknis dan implementasi dari program Bupati Achmad Fauzi dan Nyi Eva.

Berikut wawancara langsung dengan Plt Kepala Puskesmas Kalianget drg. Susantin terkait program Achmad Fauzi dan Nyi Eva dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Sumenep.

Apa peranan Puskesmas dalam menjalankan program Bupati dalam bidang kesehatan ?

Jadi, gini mas kalau dari fitrahnya Puskesmas itu pekerjaanya untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh, paripurna, dan terpadu bagi seluruh penduduk yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas.

Baca Juga: Polres Sumenep Berhasil Ungkap Kasus Pembuangan Bayi, Pelaku Telah Diamankan

Selanjutnya, teroboson baru Bupati Sumenep dalam memberikan layanan kesehatan seperti program UHC ini seperti apa dampaknya ?

Pelayanan kita semakin meningkat mas, terus terang jumlah kunjungan pasien semakin meningkat. Jumlah kepesertaan yang terdaftar UHC 1850 peserta dan kita akhirnya mengambil trik untuk menambah petugas di rawat jalan, membagi rata petugas di pelayanan untuk mempercepat pelayanan dan pasien terlayani dengan baik.

Semakin banyak pengunjung pasien apakah ada penambahan ?

Alhamdulilah kita kemarin ada tambahan 6 pegawai dan saat ini masih tahap orientasi. Setelah proses orientasi pegawai, kami akan memetakan pegawai sesuai dengan kemampuan pegawai baik itu di bidang manajemen, program maupun pelayanan.

Apakah langkah kedepan untuk realisasikan Program Bupati di bidang Kesehatan ?

Kita tetap memberikan pelayanan sesuai dengan visi dan misi Bupati. Salah satunya tentang kedisiplinan petugas. Dalam hal kedisiplinan petugas kita memberlakukan adanya punishment bagi petugas yang melanggar peraturan internal.

Terkait angka stunting yang selalu jadi perhatian oleh Achmad Fauzi seperti apa yang telah dilakukan ? 

Kita telah melakukan sosialiasi kepada sekolah agar menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu senam bersama, membiasakan siswa untuk sarapan pagi, sosialisasi tentang menu gizi seimbang, pemberian tablet tambah darah bagi remaja Putri.

Sosialiasi kepada para siswa terkait menu gizi seimbang diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kecamatan Kalianget.

Lalu bagaimana dengan angka pernikahan Dini yang jadi cikal bakal stunting ? 

Alhamdulillah bulan ini kami ada pertemuan lintas sektor dan dihadiri oleh lintas sektor membahas dalam permasalahan kesehatan yang ada. Salah satunya pernikahan dini. Upaya Puskesmas dalam menurunkan angka pernikahan dini dengan melakukan sosialisasi di sekolah terkait PHBS, kenakalan remaja dan pergaulan bebas.

Reporter: M. Ali
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan