Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kapolres Pamekasan Pesankan Hal Penting Ini

oleh -31 views
Foto: Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto saat pimpin upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

PAMEKASAN, Sabtu (01/10/2022) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan menggelar upacara dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti pejabat utama, gabungan staf, personel serta ASN.

Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan dan mengembangkan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Upacara ini merupakan upaya untuk meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagi anggota Polri, upacara ini sebagai langkah untuk menggelorakan semangat pengabdian dalam rangka memupuk kedisiplinan, jiwa korsa, loyalitas serta kebersamaan khususnya di Polres Pamekasan yang kita banggakan,” kata Kapolres Rogib menguraikan, Sabtu (01/10).

Dia mengatakan, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan. Proses itu yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan oleh Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945.

Kemudian, rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para founding father dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara.

“Sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” ujarnya.

“Harus diingat bahwa kita telah ditakdirkan dalam keberagaman dalam etnis, bahasa, adat istiadat, budaya, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, itulah Bhinneka Tunggal Ika,” kata Kapolres Rogib lebih lanjut.

Dia menegaskan, bahwa rakyat Indonesia telah ditakdirkan dalam keberagaman dalam etnis, bahasa, adat istiadat, budaya, agama, kepercayaan dan golongan untuk bersatu padu dalam membentuk Indonesia.

“Itulah Bhinneka Tunggal Ika. Namun kehidupan berbangsa dan bernegara sedang mengalami banyak tantangan, kebhinnekaan kita sedang diuji oleh pandangan, tindakan dan sikap intoleran. Hal ini diperparah dengan penyalahgunaan medsos yang banyak menggaungkan hoaks, fitnah dan adu domba sesama bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, rakyat Indonesia harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila.

Pihaknya juga mengajak untuk mendukung pemerintah untuk menindak tegas setiap gerakan anti Pancasila, anti UUD 1945, anti NKRI dan anti Bhinneka Tunggal Ika.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan dan mengembangkan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Reporter : May
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan