Penyandang Disabilitas di Jember Ikut Kompetisi Seduh Kopi

oleh -30 views
Seorang penyandang disabilitas, Dafir (paling kiri) mengikuti kompetisi seduh kopi Jember Barista Fun Battle. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Jumat (23/8/2019) suaraindonesia-news.com – Sebanyak tiga orang penyandang disabilitas, anggota Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember, mengikuti kompetisi menyeduh kopi bertajuk Jember Barista Fun Battle (JBFB) yang diselenggarakan oleh manajemen Meotel Jember by Dafam Hotels, Jumat (23/8) pagi.

Dafir, salah satu anggota Perpenca Jember yang ikut kompetisi tersebut mengaku, belajar menyeduh kopi dari open class manual brewing yang difasilitasi oleh manajemen hotel tersebut.

“Saya baru belajar tadi malam dari open class, dan ini pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi menyeduh kopi secara profesional,” ucap Dafir usai tampil pada babak penyisihan awal.

Penyandang disabilitas daksa tersebut merasa senang dapat berpartisipasi dan memperoleh ilmu baru dari kompetisi ini.

Dalam kompetisi ini, masing-masing peserta diberikan waktu 10 menit untuk mengolah biji kopi lokal Jember dengan cara manual brewing. Setelah itu, 3 orang juri langsung mencicipi hasil racikan kopi dan langsung memberikan skor.

Salah satu juri, Qiqie Biant menjelaskan teknik manual brewing adalah cara untuk menyeduh kopi secara manual tanpa menggunakan mesin espresso. Teknik ini kerap kali berkaitan dengan bubuk kopi yang sudah digiling, kertas filter, dan air panas yang sudah ditentukan tingkat temperaturnya.

“Minuman yang dihasilkan dengan cara ini umumnya adalah kopi hitam tanpa ampas yang memiliki tingkat ketajaman rasa yang berbeda dengan espresso ataupun Americano,” ucap Qiqie.

Penilaian kompetisi ini, lanjut Qiqie, meliputi keseimbangan rasa asam, pahit, manis.

“Mengenai keseimbangan meliputi sweetness, acidity, bitterness juga pasti ada namun tidak berlebihan, juga after taste itu harus clean,” sambungnya.

Sementara itu GM Meotel Jember Helman Dedy Choandra mengatakan, diselenggarakannya kompetisi ini untuk mempromosikan potensi kopi lokal Jember.

“Biji kopi yag diperlombakan kali ini adalah varian Arabika dari kopi lokal Jember, dan kompetisi ini merupakan kompetisi yang kedua yang diikuti oleh para barista dari beberapa kota di Jawa Timur,” ucap Helman.

Lebih lanjut Helman mengatakan pihaknya turut mengundang penyandang disabilitas dari Perpenca Jember karena baginya kopi itu bisa dipelajari oleh siapa saja.

“Besok berlanjut kompetisi dengan teknik Latte Art, khusus untuk temen-temen Perpenca mendapatkan class session dari salah satu trainer,” ungkapnya.

Ia berharap kompetisi ini bisa masuk dalam kalender pariwisata pemerintah daerah untuk memajukan potensi kopi lokal Kabupaten Jember.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *