Pemkot Bogor Dibantu Jajaran TNI Dan Polresta Bogor Lakukan Operasi Trantibum Dikawasan Pasar Kebon Kembang

Jajaran Pemkot Bogor, TNI dan Jajaran Polresta Bogor Kota saat Apel Operasi Trantibum di halaman Balaikota Bogor

BOGOR, Rabu (05/06/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dibantu jajaran TNI dan Polresta Bogor Kota di malam takbiran melakukan Operasi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di kawasan Pasar Kebon Kembang, Selasa (04/06).

Puluhan personel gabungan mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Petugas Dinas Perhubungan (Dishub), petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) menyisir dan melakukan penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, malam takbiran merupakan malam puncak dari seluruh aktivitas warga di bulan Ramadan.

Bima mengatakan, menjaga dan memelihara kenyamanan dan kebersihan Kota Bogor merupakan ikhtiar maksimal yang dilaksanakan Pemkot Bogor, melalui pengerahan secara maksimal dari seluruh jajaran dinas terkait agar ketika Lebaran hari pertama Kota Bogor kembali bersih dan nyaman.

“Operasi ini masih sama seperti tahun sebelumnya, lebih fokus di Pasar Kebon Kembang dan di jalan MA Salmun. Operasinya dimulai dari Sawojajar, MA Salmun, Dewi Sartika,” ungkapnya.

Menurut Bima, di setiap daerah di Indonesia, malam takbiran adalah momentum untuk mengais rezeki. Khusus untuk pedagang di Pasar Kebon Kembang, kata Bima, ke depannya secara bertahap akan dibenahi, khususnya bagi pedagang yang memang telah lama berdagang di Pasar Kebon Kembang.

Bima menyebut, mayoritas para pedagang yang ada berasal dari luar Kota Bogor, namun sebagian ada PKL nya dari Kota Bogor.

“Jadi ini adalah fenomena tahunan, setahun sekali. Ke depan para PKL yang sudah terdata oleh UMKM akan kami pindahkan ke blok A dan B,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, ada empat hal yang akan dilakukan pemkot bogor di kawasan Dewi Sartika dan sekitarnya.

Yang pertama kata Dedie adalah pemulihan marwah warga jalan Ardio, karena sekian puluh tahun mereka terbelenggu, untuk mengakses jalan ke dalam itu agak sulit. “Insya Allah kami ingin semua PKL dibersihkan sehingga fungsi jalan kembali normal,” ujarnya.

Yang kedua kata Dedie, pemerintah ingin mewujudkan marwah dari para pedagang pemilik kios yang sejatinya mereka kehilangan pelanggan karena keberadaan PKL diluar

Yang ketiga, sambung Dedie, pihaknya juga ingin mengembalikan marwah trotoar bagi pejalan kaki dan badan jalan untuk kendaraan sesuai fungsinya.

Dan yang Keempat adalah pemulihan lintas Jl Sawojajar, Jl Dewi Sartika dan Jl MA. Salmun.

Menurutnya UMKM juga sudah mendata PKL yang berada di Jl Dewi Sartika dan telah melakukan bebera kali pertemuan dengan PKL, sehingga rencananya para PKL akan dipindahkan ke blok A dan B.

“Rencananya para PKL akan dipindahkan ke blok A dan B, yang tadinya jadi PKL akan naik martabatnya menjadi pedagang kios,” tuturnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here