Pedagang Bendera Asal Bandung Mengadu Nasib di Sumenep

oleh -31 views
Lina (39) salah seorang pedagang musiman pernak-pernik merah putih asal Kota Bandung, mengadu nasib di Kabupaten Sumenep. (Syaiful/SI)

SUMENEP, Jumat (20/07/2018) suaraindonesia-news.com – Jelang peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus, sejumlah pedagang musiman pernak-pernik bercorak merah putih mulai bermunculan menjajakan jualannya.

Di Kabupaten Sumenep misalnya, di atas trotoar Jl. Trunojoyo tepat depan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) itu, berbagai jenis pernak pernik, mulai dari bentuk bendera, umbul-umbul berukuran sedang hingga ukuran besar sudah banyak terpajang.

Lina (39) pedagang musiman ini mengaku datang jauh-jauh dari Kota Bandung, Jawa Barat hanya untuk menjajakan bendera dan umbul-umbul.

“Saya, satu tahun sekali jualan dan terhitung sudah sepuluh kali, hanya saat perayaan Agustusan saja. Sedangkan, saya mulai awal/pertengahan bulan Juli setiap tahunnya datang ke Kabupaten Sumenep ini,” katanya, Jumat (20/07) saat ditemui media ini.

Berangkat dari semangat kemerdekaan, Ibu dua anak ini mengajak agar tetap lebih percaya diri, menghargai para pahlawan bangsa yang telah gugur dan menjujung tinggi nilai-nilai kemerdekaan.

Ia mengaku, tidak hanya datang sendirian. Melainkan bersama keluarga dan temannya yang sama-sama menjual pernak-pernik kemerdakaan, dan tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Sumenep dan ada pula di Kabupaten Pamekasan.

“Datang kesini sama keluarga dan teman-teman, semuanya 12 orang mas,” ujarnya.

Jenis atribut yang dijual pun beragam, dari bendera merah putih, hingga umbul-umbul. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, untuk bendera paling kecil Rp 10 ribu dan yang paling besar sampai Rp 50 ribu.

“Sedangkan umbul-umbul dipatok dari harga Rp 10 ribu hingga yang paling besar seharga Rp 250 ribu,” pungkasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *