Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Melonjak, Jam Operasional Toko Modern dan Kafe Kembali Dibatasi

oleh -1.816 views
Foto : Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat live streaming medsos Pemerintah Kota Probolinggo dan zoom meeting, Sabtu (19/12) sore.

PROBOLINGGO, Sabtu (19/12/2020) suaraindonesia-news.com – Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Probolinggo selama dua bulan terakhir melonjak begitu drastis.

Untuk menekan dan mencegah lonjakan penyebaran Covid-19 tersebut, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menerbitkan surat edaran (SE) baru nomor 066/5647/425.106/2020 dan menyosialisasikan kepada masyarakat melalui live streaming medsos Pemerintah Kota Probolinggo dan zoom meeting, Sabtu (19/12) sore.

Dalam live streaming Wali Kota Hadi Zainal Abidin menjelaskan surat edaran baru yang dikeluarkannya. Ia tegaskan bahwa kebijakan dikeluarkan surat edaran baru tersebut untuk melindungi dan menjaga masyarakat Kota Probolinggo dari penyebaran Covid-19.

“Bersama dengan forkopimda, kami berupaya dan berusaha semaksimal mungkin menekan angka penyebaran Covid-19 karena Kota Probolinggo masuk dalam zona merah lagi,” jelasnya.

Surat edaran nomor 066/5647/425.106/2020 tersebut ditujukan kepada pengelola, pemilik, pelaku ekonomi, pelaku usaha di toko modern, swalayan, mal, kafe, restoran, kuliner, toko kelontong serta kuliner UMKM (PKL). Poin pertama, kembali memberlakukan jam operasional buka pada pukul 07.00, tutup pukul 20.00 kecuali apotik dan pelayanan kesehatan tetap buka seperti biasa.

Kedua, melaksanakan protokol penanganan Covid-19 yaitu penyemprotan disinfektan (cairan pembersih) secara berkala pada lingkungan tempat usaha masing-masing. Kemudian mewajibkan pengelola dan pengunjung menggunakan masker termasuk menjaga jarak antar pengunjung minimal satu meter. Menyediakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk, mengukur suhu tubuh jika ditemukan pengunjung bersuhu di atas 37 derajat tidak diizinkan memasuki area.

Poin ketiga, restoran, kafe, sentra UMKM/PKL untuk tidak diperkenankan menerima pengunjung makan di tempat (dine in), hanya melayani bungkus (pesan antar/delivery) atau dibawa pulang (take away).

Di dalam SE tersebut, semua pihak diminta untuk berkoordinasi aktif dengan instansi terkait atau menghubungi call center 112. SE berlaku sejak tanggal ditandatangani sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, menunggu perkembangan dan kebijakan lebih lanjut.

Dengan terbitnya SE ini maka SE Wali Kota Probolinggo nomor 066/1699/425.106/2020 tanggal 8 April dicabut dan tidak berlaku lagi. Bagi pelaku ekonomi/usaha apabila ternyata melanggar ketentuan SE akan ditindak oleh satgas Covid-19 Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa dimengerti dan dipahami. Karena kebijakan ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Probolinggo. Tentunya, ini membutuhkan komitmen bersama untuk saling menjaga satu sama lain. Mustahil hanya dari sisi pemerintah saja untuk mengatasi dan mencegahnya, harus dihadapi bersama,” kata Wali Kota yang lebih akrab disapa dengan sebutan Habib Hadi ini.

Menurutnya, kebijakan ini harus diambil setelah melihat operasi yustisi yang gencar dilakukan tetapi masih saja masyarakat belum disiplin.

“Saya berharap warga kota untuk bisa menjaga diri, menjaga protokol kesehatan. Tanpa itu semua, mustahil bisa menerapkan protokol kesehatan,” sambungnya.

Selain membatasi jam operasional, Habib Hadi juga tegaskan, para pelaku usaha juga diwajibkan menggunakan sarung tangan saat memegang alat, membungkus dan menyiasati menerima pembayaran atau pengembalian yang lebih steril.

“Pelaku usaha harus disiplin, bersih dan membuat pelanggan nyaman dan yakin kebersihan barang atau apapun yang dibelinya. Khususnya makanan,” tegas orang nomor satu di kota mangga ini.

Sementara data pantauan Covid-19 di Kota Probolinggo tanggal 19 Desember 2020, Jumlah pasien Confirm 1221 orang (Confirm baru 29 orang), dirawat 262 orang, sembuh 874 orang (sembuh baru 5 orang), meninggal 85 orang, Suspect 3, Probable 14.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *