OKI Sudah Terapkan E-Government Sampai Desa, Namun ini Kendalanya

Dwi M. Zulkarnain Kadis kominfo OKI.

OGAN KOMERING ILIR, Rabu (9/10/2019) suaraindonesia-news.com – Dari 314 Desa diwilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, baru tiga Desa yang memiliki internet.

Ini diungkapkan Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo) OKI, Dwi M.Zulkarnain didampingi Kasi Pengembangan Aplikasi bidang Layanan E-Govermant, Muttaqin NS, Rabu (9/10).

Dikatakannya, hingga saat ini baru Desa Mulia Jaya, Desa Arisan Buntal dan Desa Sedio Mulyo yang memiliki website.

“Baru tiga desa tersebut yang aktif memiliki website,” ungkapnya.

Dwi menambahkan belum lama ini, kominfo mengajukan 10 desa dalam kabupaten OKI untuk mendapatkan website gratis dari Pemprov Sumsel.

Adapun 10 desa tersebut yakni: Desa Jejawi, Sp Padang, Arisan Buntal, Tugu Mulyo, cahaya Maju, Bumi agung, Lubuk seberuk, Mulya Guna, Penyandingan, Pedu dan Desa Celikah.

Dwi mengatakan untuk anggaran pendapatan belanja daerah(APBD) perubahan kominfo memprogram pemasangan jaringan internet.

“Sekarang di abt untuk program jaringan internet akan kita pasang dikecamatan Pedamaran, lempuing dan lempuing jaya untuk memberikan akses komunikasi kepada masyarakat serta untuk administrasi kependudukan di kecamatan,” ungkapnya.

Muttaqin menambahkan kabupaten OKI sangat luas, untuk pengembangan internet melalui website desa ada beberapa kendala yang ditemui. Selain sumber daya manusianya, tidak adanya jaringan internet.

“Secara mekanisme melalui surat yang ditujukan ke kecamatan. Dari camat kita dapat keterangan Ada tidak adanya koneksi internet, sdmnya serta dimana saja daerah yang tidak ada penyedia internet dari telkom maupun vendor lain,” ulasnya.

Namun untuk pelatihan sumber daya manusianya, diprogramkan melalui kegiatan bursa inovasi Desa.

“Seperti kemarin melalui bursa inovasi, kami mengajak Universitas Bina Darma ke Pampang yang diikuti kurang lebih 50 peserta pelatihan internet.Disana Kita kenalkan apa itu internet. Kita berikan informasi bertahap,” jelas Muttaqin yang juga tergabung dalam pokja inovasi Desa ini.

Ia menambahkan, untuk personal kita sudah sering berikan informasi karna dari desa datang kesini untuk belajar tentang internet dan website.

“Tapi kalau pelatihan secara terprogram belum ada. Rencananya program pelatihan akan dilaksanakan tahun depan,” ujarnya.

Khusus untuk kegiatan OKIExpo yang akan digelar 11-15 Oktober mendatang pihaknya telah menggandeng Telkom dan Icon+ untuk dapat memaparkan layanan internet yang bisa disediakan oleh vendor tersebut di desa, sehingga untuk desa yang tertarik untuk memasang internet bisa ke stan diskominfo dan bertatap langsung dengan penyedia tersebut.

Reporter : Firman
Editorial : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here