Nelayan Aceh Timur Keluhkan Semburan Minyak Mentah di Lepas Pantai

oleh -427 views
Nelayan Idi Rayeuk saat menyampaikan keluhannya kepada sejumlah anggota DPRK Aceh Timur terkait semburan minyak mentah di lepas pantai Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Selasa (21/07/2020) suaraindonesia-news.com – Semburan Minyak mentah dilepas pantai Aceh Timur terjadi sejak 4 bulan lalu, diduga bekas pengeboran minyak lepas pantai oleh perusahaan yang melakukan ofshore drilling di lepas pantai Aceh Timur, titik lokasi semburan minyak mentah tersebut berada dilepas pantai laut selat malaka, tepat nya 24 atau 28 mil laut dari Kuala Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur.

Akibat semburan minyak mentah tersebut ratusan nelayan di Aceh Timur merugi, boat dan jaring penangkap ikan semua terbalut atau lengket dengan cairan minyak mentah.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah nelatan kepada beberapa anggota DPRK Aceh Timur saat berkunjung ke TPI Kuala Idi senin.20/07.diantara H.Tarmizi, Muhammad Adam, Shalahuddin, Samsul, Usman, M.Nur dan Tarmizi.

Syahril, seorang Nelayan yang dituakan didaerah Idi Rayeuk menyampaikan keluhan dihadapan anggota wakil rakyat, bahwa semburan minyak mentah di perairan Aceh Timur sudah terjadi 4 bulan yang lalu, namun belum ada pihak yang bertanggung jawab, dan pemerintah Aceh Timur pun belum ada langkah – langkah mengatasinya.

“Jika masalah semburan minyak tidak diatasi dikhawatir kan ratusan nelayan terncam kehilangan mata pencaharian,” kata Syahril.

Sementara Anggota DPRK Aceh Timur H.Tarmizi Taprang meminta Pemerintah Aceh Timur segera mengatasi masalah semburan minyak mentah dilepas pantai Aceh Timur, karena ini sangat merugikan petani.

Menurut Tarmizi, Apalagi semburan minyak mentah tersebut sudah terjadi empat bulan yang lalu, Pemkab Aceh Timur jangan tutup mata terhadap keluhan nelayan.

“Dampak Semburan minyak tersebut bukan hanya terancam nelayan kehilangan mata pencaharian tapi berdampak terhadap pencemaran air laut, mengancam habitat biota laut,” ujar Tarmizi yang juga Ketua Fraksi Nasdem.

Sementara Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur T.Syawal saat dimintai tanggapan berharap pihak berwenang segera melakukan penelitian dan langkah -langkah penhentian semburan minyak mentah tersebut.

“Bila semburan minyak tersebut tidak teratasi segera mungkin, maka akan berpengaruh pada hasil penangkapan ikan nelayan di Aceh Timur,” kata T. Syawal.

“Hasil penangkapan semakin berkurang, maka nelayan yang sangat dirugikan,” tukas T Syawal.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan