MUI Mensiyalir Maraknya LGBT Gara-gara Migran dari Luar Daerah

oleh -11 views
Nurbani Yusuf saat memberikan sambutan dihadapan ulama, tokoh agama, dan pejabat

KOTA BATU, Jumat (4/8/2017) suaraindonesia.com – Majelis Ulama Kota Batu Mensiyalir maraknya kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LBGT) di kota Batu itu adalah gara-gara migran yakni perpindahan penduduk dari luar daerah ke kota Batu.

Mereka berperilaku LGBT karena dipengaruhi oleh factor kemiskinan dan tidak memiliki ketrampilan yang memadahi.

Dalam tatap muka Garda Pancasila kota Batu yang digelar Di Masjid Muhajirin Polres Batu, Jumat (4/8/2017) siang, yang dihadiri Tokoh NU, Muhamadiyah, Muspida Kota Batu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sepakat perilaku nyleneh dan bertentangan dengan ajaran agama itu harus segera ditanggulangi.

Nurbani Yusuf Pimpinan Cabang (PC) Muhamadiyah Kota Batu mengatakan LGBT yang merambah kota Batu itu harus segera ditanggulangi, jangan sampai generasi yang akan datang menjadi korban, sebab keberadaan LGBT sekarang ini seperti gunung es. Baca Juga: Bupati Pamekasan Diseret KPK, Ini Tanggapan Ketua Partai Gerindra

“LGBT itu seperti gunung Es, sudah ada sejak lama, namun sekarang ini baru mencuat di tengah masyarakat. Penyebarannya bisa melalui keluarga sendiri atau migran dari luar daerah,” kata Nurbani.

Menurutnya, marak dan menyebarnya LGBT di kota Batu itu mayoritas atau didominasi orang dari luar daerah yang tidak memiliki ketrampilan yang memadahi dan tidak memiliki rumah, akibatnya dengan desakan ekonomi dan kemiskinan, mereka melakukan dengan apa saja termasuk praktek LGBT.

“Tugas berat inilah menjadi tanggung jawab MUI, karena MUI bukan mencari masalah tetapi harus bisa menyelesaikan masalah,” ucapnya.

Misalnya alam hal keluarga, kata dia agar praktek LGBT tidak terjadi, keluarga harus bisa memberikan pendidikan yang benar termasuk dalam hal memberikan Pakian. Bila ada dugaan diantara keluarga ada yang nyleneh, harusnya mendatangkan psiskiater.

“Maraknya LGBT itu juga dipengaruhi oleh arus perpindahan penduduk dari kota lain ke kota Batu, sekarang ini kondisinya sudah berbahaya, darurat,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sembilan pelaku Gay yang tergabung dalam organinasi Ikatan Gay Kota Batu (Igaba), Sabtu (29/7/2017) lalu digerebeg petugas kepolisian dari Polres Batu, Laki-laki homo sexual itu digerebeg sedang dalam keadaan bugil sebuah villa air panas Songgoriti.

Pengrebegan oleh Polisi itu bermula adanya laporan masyarakat jika sabtu malam minggu kawasan wisata air Songgoriti itu sering dijadikan pesta Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender (LBGT). Dari luar daerah (Adi Wiyono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *