Miris, Tiga Apotek di Bogor Jual Ivermectin Diatas HET

oleh -140 views
Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Susatyo Purnomo Condro (tengah) saat rilis penjualan HET.

KOTA BOGOR, Jumat (16/07/2021) suaraindonesia-newa.com – Miris, dengan meningkatnya penularan covid-19, selain oksigen, masyarakat membutuhkan obat, tapi ada saja apotik yang menjual obat diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tiga pemilik apotek penjual obat Ivermectin di Kota dan Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai tersangka. Setelah menjual obat Covid- 19 diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ketiga apotek tersebut menjual Ivermectin menaikan harga dua kali lipat di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga menjual lewat online dengan harga cukup tinggi ditengah pandemi,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Susatyo Condro Purnomo, Jumat (16/07/2021) petang.

Kapolresta menyebut ketiga Apotek itu masing masing apotek Medical Jalan Pahlawan Kota Bogor, Apotek Tanjakan Puspa Citeureup Kabupaten Bogor, dan Apotek Sentral Pangestu. Mereka mengambil keuntungan dua kali lipat dari harga yang tetapkan pemerintah.

“Tiga apotek ini menjual di atas harga eceran. Satu kotak Ivermectin dijual dikisaran Rp 300 ribu – Rp 350 ribu,” kata Kapolresta.

Menurutnya, Pemerintah telah menetapkan harga termasuk PPN untuk obat ivermectin 12 mg botol isi 20 tablet adalah Rp 157.700 atau setara Rp 7.885 per tablet. Kenyataannya tiga apotek tersebut menjual obat yang tidak lumrah.

“Ivermectin tidak boleh diperjual belikan secara umum. Apotek hanya dapat memberikan obat Ivermectin bagi pasien yang memiliki resep dokter. Apotek Medical ini juga secara online dan penjualannya juga hingga keluar Kota Bogor,” tuturnya.

Kapolresta meminta masyarakat untuk segera melapor apabila ada yang menjual Ivermectin dengan harga tinggi baik secara online maupun offline. Termasuk obatan tanpa resep dokter.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kombes Doni Erwanto mengatakan dari hasil serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dari tiga apotek tersebut

“Ketiga orang itu pemiliknya yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Untuk dua apotek lainnya hasil pengembangan dari apotek di Jalan Pahlawan,” kata Doni.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu 38 dus Ivermectin, dua dus obat Avigan, dan satu dus oseltamivir phosphate.

“Kalau jual secara online kan ga jelas, bebas siapa saja bisa. Harusnya kan disertai surat dokter,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *