Menteri Pertanian: Dengan Peningkatan Produksi, Pemerintah Meyakini Produksi Jagung Indonesia Sudah Bisa Surplus Segera Mungkin

Ilustrasi

SERANG, Kamis (24 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Indonesia masih terus mengejar target swasembada jagung untuk menekan impor komoditas itu yang sudah berhasil ditekan hingga turun sebesar 66%, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Memang jagung dan kedelai Indonesia belum surplus seperti halnya beras. Khusus jagung diprediksi surplusnya bisa dicapai tahun 2018,” ujar Amran Sulaiman di Medan, Beberapa waktu lalu.

Mentan berada di Sumut sejak Kamis untuk menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam Padi, Jagung dan Kedelai dengan Pemprov Sumut, Kodam I BB dan pemkab/pemkot di Medan dan kunjungan kerja ke daerah lain.

Menurut dia, meski belum surplus, tetapi produksi jagung nasional semakin membaik sehingga stok banyak dan berhasil menekan angka impor sebesar 66 persen.

“Dengan peningkatan produksi, maka pemerintah meyakini produksi jagung Indonesia sudah bisa surplus segera mungkin atau di 2018,” katanya.

Produksi yang meningkat tentunya, kata Mentan, juga akan terus membuat impor turun.

Dia menegaskan dalam upaya menekan impor, pemerintah bukan hanya mendorong peningkatan produksi di berbagai daerah sentra termasuk Sumut, tetapi juga menjalin kerja sama dengan asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).

GPMT diminta mendorong perusahaan anggotanya untuk bisa lebih mengutamakan menyerap produksi jagung lokal untuk kebutuhan industrinya, katanya. Baca Juga: Menteri Pertanian, Dukung Kerja Sama Japva dengan Vasham Bangun Sistem Terintegrasi Pemenuhan Kebutuhan Jagung Bagi Industri Pakan Ternak

“Dengan penyerapan jagung lokal, maka petani semakin bergairah bertanam jagung sehingga produksi bisa memenuhi bahkan melebih kebutuhan konsumsi dan pabrikan yang sekitar 1,7 juta ton per bulan,” katanya.

Amran mengaku agar harga jual tidak anjlok saat terjadi kelebihan pasokan di bulan-bulan tertentu seperti musim panen Januari-Maret, maka pemerintah meminta Bulog untuk menampung atau membeli jagung petani itu.

Sementara, guna mendukung program swasembada pangan, Dinas Pertanian Provinsi Banten telah menggelar gerakan tanam jagung di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana Kabupaten Lebak. Gerakan tanam ini merupakan gerakan peningkatan luas tanam jagung di Provinsi Banten yang dilaksanakan di lahan-lahan yang sebelumnya belum pernah ditanami jagung atau sebelumnya pernah ditanami jagung yang bertujuan mempercepat pencapaian sasaran pembangunan pertanian guna pencampaian swasembada pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten H. Agus M. Tauchid yang ditemui pada saat kegiatan berlangsung menuturkan bahwa kegiatan ini merupakaan hasil koordinasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan jagung di Provinsi Banten, Provinsi Banten memiliki tugas dalam pengawalan produksi jagung khususnya dalam program swasembada pangan nasional.

“Program ini merupakan salah satu program unggulan yang masuk dalam target RPJMN dan RPJMD guna membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat khususnya di Provinsi Banten,” ujarnya.( Abdul Kohar )


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here