Memaksimalkan Potensi SDA, Perlu Adanya Reformasi SDM

oleh -15 views
Bupati ketika mengikuti zoom bersama Perhimpunan Pelajar/Pemuda Lumajang Indonesia dan Dunia.

LUMAJANG, Minggu (26/7/2020) suaraindonesia-news.com – Demi untuk memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Lumajang, perlu ada reformasi mindset dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat semakin paham. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq pada zoominar Berkarya dari Desa yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar/Pemuda Lumajang Indonesia dan Dunia di ruang kerja Bupati, Sabtu (25/7) kemarin.

“Mindset masyarakat harus dilakukan reformasi, supaya dapat dipastikan bahwa mereka lebih paham dengan potensi sumber daya alam yang ada,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam Kabupaten Lumajang sangat besar, namun problematika yang terjadi di Kabupaten Lumajang juga besar. Ia menyampaikan bahwa dirinya terus berupaya mengurai satu persatu permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lumajang. Dalam hal ini, kehadiran akademisi dan peningkatan SDM di Kabupaten Lumajang perlu didorong.

Menurutnya, dalam memajukan daerah tidak semata pembangunan infrastruktur, namun peningkatan SDM menjadi hal yang fundamental untuk mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Lumajang.

“Peningkatan SDM harus dilakukan di Kabupaten Lumajang, saya bersyukur kalau KKN yang dilakukan di Lumajang tematik, sehingga mereka dapat turut berbagai peningkatan SDM yang berkelanjutan dan ikut menuntaskan satu persatu problematika yang terjadi di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Bupati berharap ia mendapatkan masukan dari pemuda/pelajar Lumajang di berbagai daerah. Ia menyampaikan bahwa masukan apapun akan sangat berguna dalam proses pembangunan di Kabupaten Lumajang.

“Saya harap nanti hasil diskusi, gagasan dan ide diberi masukan ke saya supaya ada feedback dari hasil diakusi pagi hari ini,” papar politisi PKB ini.

Sementara itu, menurut Verdy Firmantoro, bahwa ada sejumlah problematika dalam rangka memaksimalkan potensi SDA dengan reformasi SDM tersebut, semisal ada warga dari Lumajang yang ada di luar negeri, akan balik kampong ke Kabupaten Lumajang, mereka akan sulit mencari pekerjaan yang sesuai dengan basic pendidikannya.

Menurut Verdy ini ada yang salah. Seharusnya, ada yang bisa dikontribusikan oleh anak asli Lumajang kepada Lumajang dari hasil mereka berpendidikan di luar negeri, namun belum tentu sesuai dengan kemampuan dengan segala keterbatasan suatu wilayah.

“Itu ada keterbataan akses. Support dari berbagai pihak sangat penting demi untuk mengaktualisasikan problematika yang ada di Kabupaten Lumajang ini,” ungkapnya.

Yang jelas, kata Verdy, Lumajang ini harus mempunyai grand desain terkait dengan arah kebijakan Lumajang mau dibawa kemana dan harus visioner.

“Jangan ada lagi ego sectoral. Sebab saya melihat masih ada hal itu, kalua bukan golongannya tidak pernah akan diajak. Padahal membangun Lumajang ini membutuh semua komponen masyarakat untuk bisa bergabung secara bersama-sama,” pungkasnya. (adv).

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *