Melalui Momentum HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, Petani Bawang Merah di Probolinggo Keluhkan Sulitnya Beli Pupuk Urea

oleh -232 views
Foto : Petani Dusun Lajuk, Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo saat gelar upacara detik-detik proklamsi dan pengibaran bendera sangsaka merah putih di sawah.

PROBPLINGGO, Senin (17/8/2020) suaraindonesia-news.com – Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas Kemerdekaan Bangsa dan Negara RI dari penjajah pada 17 Agustus 1945, masyarakat Dusun Lajuk, Desa Ngepoh Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang mayoritas pekerjaan sehari-hari sebagai petani ini, Senin (17/8/20), tepat pukul 10.17 Wib ikut melaksanakan upacara detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera sangsaka merah putih diareal persawahan.

Masyarakat yang mayoritas petani bawang merah itu menggelar upacara ditengah areal persawahan dengan masih membawa alat-alat pertanian mengikuti upacara detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera sangsaka merah putih yang dipimpin oleh Kepala Desa setempat dengan penuh khidmat.

“Kegiatan upacara detik-detik proklamsi dan pengibaran bendera sangsaka merah putih dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini merupakan inisiatif para petani sendiri. Ini merupakan ungkapan rasa syukur dan luapan rasa gembira,” ujar Kepala Desa Ngepoh Solehudin usai kegiatan.

“Saya atas nama Pemerintah Desa, lanjut Solehudin, sangat berterimakasih atas antusias warga Dusun Lajuk, Desa Ngepoh yang mayoritas petani bawang merah ini,” ujarnya.

Melalui momentum 17 Agustus 1945 pada tahun 2020 ini dengan semangat para petani berharap hasil tani kedepan lebih meningkat, dan berharap ada bantuan dan perhatian dari pemerintah terkait kepertanian.

“Misal ada bantuan alat-alat pertanian, bantuan bibit, atau binaan untuk petani di desa kami. Para petani ini siap menerima apapun bantuan yang diberikan dari pemerintah,” katanya.

Dengan momentum 17 Agustus ini, petani berharap pemerintah atau instansi terkait melihat dan mendengar jeritan petani yang membutuhkan bantuan dan perhatian.

Sementara, Dedi Arifianto, petani, warga setempat, ia menambahkan apa yang disampaikan oleh kepala Desa. Ia katakan bahwa harapan dari petani sebenarnya tidak muluk-muluk.

“Kami sebagai petani hanya ingin semua untuk kepentingan pertanian itu ada,” ujarnya.

Sekarang yang dikeluhkan kata dia, terkait insektosida dan pupuk. Masalahnya untuk membeli pupuk seperti urea sangat sulit dan mahal, seperti ada yang memainkan.

“Contoh, kami kalau beli pupuk ures itu harus ada paket, digabung sama yang lain,” keluhnya.

Dedi katakan, petani di Dusun Lajuk Desa Ngepoh, Kecamata Dringu, Kabupaten Probolinggo bukan masalah rugi atau tidaknya.
Karena, kata Dedi, petani disini pasti melakukan apapun untuk kepentingan pertanian pasti dibeli.

“Untuk itu, pemerintah pusat atau pemerintah daerah tolong didengar keluhan kami para petani ini. Kami butuh perhatiannya,” seru Dedi Arifianto.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *