Mahasiswa Papua Sering Pesta Miras, Warga Jember Resah

Ketua RT 04 RW 06 Jatimo mengecek kondisi rumah kontrakan yang sebelumnya dirusak oleh mahasiswa asal Papua, di antaranya Jau, Yakup, Samuel dan Jak. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Minggu (18/8/2019) suaraindonesia-news.com – Rumah kontrakan yang dirusak oleh 4 orang mahasiswa asal Papua diduga akibat pengaruh minuman keras, kondisinya terkunci, Minggu (18/8) pagi.

Beberapa kerusakan terlihat di rumah kontrakan di jalan Danau Tondano RT 04 RW 06 Kelurahan Tegal Gede, Kec. Sumbersari Jember, di antaranya kaca jendela pecah, tiang penyangga teras depan patah, dan kursi yang rusak.

Ketika wartawan mencoba melihat kondisi di dalam rumah melalui jendela yang telah rusak, terdapat satu unit motor kros warna biru tua terparkir di dalam ruang tamu.

“Saya menerima beberapa laporan warga, mereka resah dengan keberadaan mahasiswa asal Papua yang ngontrak di sini, ya karena mereka sering minum minuman keras dan sering marah dan ribut,” ucap Ketua RT 04 RW 06, Jatimo.

Menurutnya rumah kontrakan tersebut disewa dua orang mahasiswa asal Papua, mereka sering mengundang teman-temannya asal Papua juga untuk ikut minum miras.

Ia mengaku juga telah meminta pemilik rumah kontrakan tersebut, untuk tidak menerima perpanjangan masa kontrak.

“Saya sudah bilang ke bapak Anang, pemilik rumah ini, batas akhir masa kontrak rumah ini sampai Januari tahun 2020, saya minta tolong jangan diperpanjang karena meresahkan warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat terjadinya aksi perusakan terhadap rumah kontrakan tersebut, Sabtu (17/8) malam, ia melihat gambar bintang di dinding salah satu kamar.

“Logo bintang kejora itu dicat di dinding salah satu kamar,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Danau Tondano digegerkan dengan adanya suara keributan di rumah kontrakan yang dihuni oleh mahasiswa asal Papua.

Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol. Inf. La Ode M. Nurdin mengatakan kejadian tersebut telah ditangani oleh personel Koramil serta Polsek setempat.

“Ketika dilakukan pengecekan oleh personel Koramil dan Polsek Sumbersari, tak disangka, ternyata di dalam kontrakan tersebut ditemukan puluhan botol minuman keras dan gambar bintang kejora di bagian tembok kontrakan, serta berbagai perabotan rumah dalam kondisi berserakan,” terang Letkol. Inf. La Ode, Sabtu malam.

La Ode pada malam itu pun langsung memerintahkan personelnya untuk segera menghapus lambang separatisme, dan membuang botol-botol miras tersebut.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here