Lima Terduga Pelaku Pembobolan Rumah Disertai Pembunuhan Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Lomongan

Lima orang terduga kuat telah melakukan pembobolan rumah disertai dengan pembunuhan saat diamankan Polres Lamongan.

LAMONGAN, Rabu (29/5/2019) suaraindonesia-news.com – Satreskrim Polres Lamongan yang dipimpin Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat, dan Kapolsek Brondong AKP Suratman bersama jajarannya, berhasil meringkus lima orang yang diduga kuat telah melakukan pembobolan rumah disertai dengan pembunuhan.

Kelima terduga pelaku ini tergolong nekat meskipun usianya rata-rata masih di bawah 19 tahun. Selain membawa barang-barang berharga berupa uang, Handphone (HP) dan perhiasan, para pelaku juga tega menganiaya korban, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Para pelaku menyatroni rumah korban pada saat pemilik rumah sedang menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah dan rumah dalam keadaan kosong, Minggu (26/5/2019) sekitar pukul 04:15 WIB.

Atas kerja keras Satreskrim Polres Lamongan dan informasi dari masyarakat, kelima pelaku yang berinisial DS (19), MA (16), AAF (17), NDU (16), HES al Bani (16), dan di ketahui kelimanya warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, berhasil di ringkus pada Rabu (29/5/2019) sekitar pukul 02;00 WIB dini hari.

Korban HJ. Suntiamah (56) warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, kabupaten Lamongan Jawa Timur itu, pada saat sebelum peristiwa naas terjadi, korban yang tinggal sendirian di rumah, karena kedua anaknya yang sudah berumah tangga tinggal di Tulungagung dan satunya lagi di Kabupaten Tuban. Sudah seperti biasa setiap malam kalau tidur di temani saudara iparnya, HJ. Murti yang kebetulan tinggal tidak jauh dari rumah korban.

“Saya setiap malam yang menemani tidur korban, biasanya kalau sudah waktunya sahaur saya bangunkan lalu saya pulang saur di rumah saya sendiri,” terangnya.

Setalah habis sahur kata Murti, Suntiamah (Korban) biasanya ke Musholla yang berjarak kurang lebih 10 mtr, tepatnya di depan rumah korban untuk melakukan sholat subuh berjamaah.

“Saya sendiri sholat di Masjid taqwa yang berjarak kurang lebih 300 mtr dari rumah saya,” kata Murti (kakak ipar korban).

Korban diketahui meninggal dunia setelah Hj. Murti menyambangi rumahnya. Hj Murti dan dia terkejut setelah mengetahui Hj. Suntiamah (korban) sudah dalam keadaan tak bernyawa membujur kaku dengan wajah lebam membiru dan darah berceceran di atas kasur yang di tutupi dengan bedak. Mengetehaui hal tersebut Murti langsung meminta tolong ke kerabat terdekat dan tetangga sekitar.

Karena ada yang aneh dan janggal atas kematian korban, beradasarkan luka-luka yang berada di tengkuk belakang kepala juga leher, seperti bekas cekikan, darah terus mengalir keluar dari lubang hidung tersebut, dan dikuatkan lagi dengan adanya atap rumah genting yang terbuka serta Plapon jebol. Mengetahui kejanggalan tersebut anak korban Dody yang didampingi Nur Azis yang masih keluarga dekat korban langsung mendatangi Mapolsek terdekat guna melaporkan kejadian tersebut.

Berdasarkan informasi yang digali oleh wartawan media ini di tempat kejadian perkara (TKP) tepatmya di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan Jawa Timur, awalnya korban diperkirakan meninggal dunia akibat Over Dosis, karena korban sendiri setiap harinya mengonsumsi obat dari dokter karena penyakit yang di deritanya.

Berdasarkan Laporan tersebut tidak lama kemudian Kapolsek Brondong dan Kasat Reskrim bersama jajarannya serta dari tim INAFIS Polres Lamongan yang terjun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan oleh TKP, di duga kuat korban meninggal dunia akibat penganiayaan. Korban langsung di bawa ke Rumah Sakit Dr. Koesma Tuban untuk dilakukan otopsi.

Beradasarkan kejadian tersebut ke lima pelaku yang di duga melakukan pencurian serta penganiayaan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia di bawa ke Mapolres Lamongan guna penyidikan lebih lanjut.

Reporter : Mus
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here